31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaJATENGKisah Sukses Petani...

Kisah Sukses Petani Organik di Lereng Merbabu yang Mampu Tembus Pasar Mancanegara

KABUPATEN SEMARANG – Kisah sukses petani organik di Lereng Gunung Merbabu membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo penasaran. Kelompok Petani Merbabu yang merupakan warga Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang itu laku keras di pasaran dan sudah menjadi langganan hotel berbintang sekelas Accor Hotels. Hal itulah yang membuat Ganjar kemudian mengunjungi mereka, Jumat (13/5/2022).

Ketua Kelompok Tani Merbabu, Rebo Wahono menjelaskan, pertanian yang dirintis pada 2008 lalu itu bahkan sudah menembus pasar mancenagara yaitu Singapura.

“Kami juga ekspor ke Singapura dan negara lainnya. Ada 111 macam jenis produk pertanian organik yang kami kembangkan di sini,” beber dia.

- Ads Banner -

Baca juga: Ikut Panen Raya Padi Organik di Blitar, Ganjar: ‘Produktivitasnya Bagus Sekali’

Rebo menerangkan, ada empat kelompok tani yang tergabung dalam program itu. Tak hanya petani tua, namun anak-anak muda juga dilibatkan.

“Hotel-hotel sudah pesan rutin ke kami. Beberapa kerja sama secara langsung. Jadi meski pandemi, namun penjualan masih jalan terus,” terangnya.

Menurut Rebo, pertanian organik sangat menjanjikan. Peningkatan hasil terjadi lebih dari 60 persen dibanding sebelumnya.

“Pertama kita tidak perlu beli pupuk, pestisida dan lainnya. Semua kita bikin sendiri. Jadi organik memang sangat menjanjikan, pendapatan kami meningkat lebih dari 60 persen,” pungkasnya.

Mendapati itu, Ganjar telah meminta jajarannya untuk mendorong penuh pertanian organik. Mereka yang membutuhkan bantuan, akan diberikan bantuan prioritas.

Baca juga: Terkenal dengan Rasanya yang Manis, Buah Naga Organik di Tya Farm Jadi Buruan Warga

“Saya sudah minta, kalau full organik kita dorong dan kita siap bantu. Seperti ini kan bagus ya, sayurannya fresh, masih segar dan organik. Ini sudah diekspor dan menjadi langganan hotel berbintang,” ucapnya.

Ganjar mengatakan, pertanian organik di Jateng memang akan terus dikembangkan. Sudah banyak daerah yang mengembangkan pertanian organik, seperti Kudus, Boyolali, dan daerah lereng gunung lainnya di Jawa Tengah.

“Nanti kita tinggal kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau BRIDa untuk mencari benih-benih unggul berbagai komoditas. Selain itu, kerja sama terkait manajemen, pengelolaan, sampai marketing, juga perlu kita tingkatkan agar ini semakin besar,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler