Kerajinan Batok Kelapa Banyak Diminati Warga Luar Negeri, Oni Terkendala Mahalnya Ongkir

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiar Bachroni sejak 2017 menekuni pekerjaan sebagai perajin batok kelapa. Di tangan warga Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut, batok kelapa mampu disulap menjadi berbagai kerajinan menarik.

Pangsa pasarnya tidak hanya dalam negeri saja, tapi sudah merambah pasar mancanegara. Namun, tak jarang order dari luar negeri urung deal karena mahalnya ongkos kirim.

Maka dari itu, Pria yang akrab disapa Oni itu berharap ada solusi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, atau instansi Kabupaten Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Unik, Bra Batok Kelapa Produksi Oni Ini Tembus Pasar Mancanegara

“Kerajinan batok kelapa produk Oni Made Craft ini banyak diminati orang luar negeri. Barangnya keren dan harganya terjangkau. Namun sayangnya, transaksi sering gagal saat pembahasan ongkos kirim yang kelewat mahal,” cerita Oni kepada Betanews.id, Rabu (11/5/2022).

Dia mengaku pernah mengirim berbagai kerajinan dari batok kelapa ke berbagai negara di Benua Eropa, Asia, dan Amerika, antara lain, Inggris, Prancis, Qatar, dan Jamaika.

“Saya pernah mengirim ke Inggris itu tiga kali, ke Perancis, Qatar dan Jamaika juga pernah. Pernah ada pesanan ke Jerman, saat itu ada permintaan mainan anak dari batok kelapa, harga sudah jadi tapi pas bahas ongkos kirim, mereka tidak bersedia bayar ongkos kirim yang mahal,” ungkapnya.

Pasalnya, kata dia, ongkos kirim pengiriman ke luar negeri tak jarang lebih mahal dari nilai barang yang mereka beli. Pernah suatu ketika, ada orang Inggris berminat beli kerajinan totalnya Rp2 juta, tapi ongkos kirimnya habis Rp10 juta.

Baca juga: Oni Kreasikan Batok Kelapa jadi Aneka Kerajinan yang Keren

“Otomatis pengorder ngeper dan transaksi gagal. Hal itu terjadi tidak hanya sekali tapi berulang kali dan dari berbagai negara lainnya,” bebernya.

Dia menuturkan, orang luar negeri itu sangat tertarik dengan kerajinan produk Oni Made Craft. Mereka banyak yang tanya-tanya terkait kerajinan batok kelapa, tapi transaksi sering gagal gegara masalah klasik yakni ongkos kirim ke luar negeri yang sangat mahal.

“Saya berharap masalah ini ada solusi dari pemerintah. Sebab ini kan termasuk ekonomi kreatif, ekonomi kerakyatan yang selalu digembar-gemborkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER