31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sidak Pasar Bulu Semarang, Ganjar Kaget Minyak Goreng Curah Dijual Rp22 Ribu

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau keberadaan kebutuhan pokok selama Ramadan di Pasar Bulu Kota Semarang, Selasa (5/4/2022). Dalam sidak tersebut, Ganjar menemukan fakta mengejutkan, yaitu para pedagang menjual minyak goreng curah seharga Rp20-22 ribu per liter.

Saat berkeliling pasar, Ganjar mendapat banyak keluhan dari para pedagang tentang sulitnya minyak goreng. Di toko mereka juga hanya terpajang minyak goreng kemasan.

Ganjar Pranowo saat meninjau keberadaan minyak goreng curah di pasar Bulu Semarang. Foto: Ist.

“Minyak goreng curah susah, Pak. Harganya juga sama-sama mahal. Mending jual yang kemasan,” kata Tini, salah satu pedagang.

-Advertisement-

Baca juga: Siapkan 18 Ton Sehari dan Cepat Ludes, Toko Minyak Goreng Curah di Semarang Sampai Batasi Pesanan

Kepada Ganjar, Tini mengatakan kesulitan mendapat pasokan minyak goreng curah. Kalaupun dapat, harganya juga cukup mahal, yakni di atas Rp18 ribu per liternya.

“Makanya kami jual ke konsumen Rp20-22 ribu pak per liter. Kalau tidak begitu, ya tidak untung,” ucapnya.

Tidak hanya dari Tini, para pedagang lain juga menyampaikan hal yang sama ke Ganjar. Mereka tidak ada yang menjual minyak goreng curah seharga Rp14 ribu sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Ganjar bahkan membuktikan sendiri dengan membeli minyak goreng pada salah satu pedagang. Ia pun harus mengeluarkan uang Rp20 ribu untuk seliter minyak goreng curah. Bahkan, ia tak boleh beli banyak karena pedagang kasihan pada pembeli lain.

“Berarti minyak goreng curah Rp14 ribu itu hoaks, ya Bu,” canda Ganjar.

Baca juga: Ganjar: Stok Minyak Goreng Curah di Jateng Hampir Tidak Ada

Dari pengecekan itu, Ganjar menilai sistem distribusi minyak goreng curah memang harus diubah. Tidak bisa lagi, minyak dilepas ke pasaran tanpa ada pantauan.

“Kalau seperti ini, relatif konsumen tidak akan dapat harga Rp14 ribu, yakin saya nggak mungkin. Maka sistemnya harus diubah, model distribusinya harus tertutup. Namanya subsidi, harus diberikan satu per satu dan langsung ke pedagang,” tegasnya.

Ganjar juga mengantisipasi peredaran minyak goreng curah bersubsidi yang sebentar lagi akan datang ke Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi adanya permainan harga, maka pihaknya akan memastikan minyak goreng subsidi betul-betul sampai langsung ke tangan yang membutuhkan.

“Mungkin penting juga ada semacam identitas pedagang untuk menebus minyak goreng ini, sebab kalau tidak selalu ada permainan. Ada middleman yang bermain dan ambil untung banyak. Selain itu, gagasan dulu pabrik mendistribusikan dan mengawasi langsung ke pedagang itu menurut saya bagus dan bisa diterapkan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER