BETANEWS.ID, SEMARANG – Massa yang mengatasnamakan Aliansi Jawa Tengah Menggugat melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (13/4/2022). Ratusan peserta aksi yang berasal dari 10 kampus di Semarang Raya, buruh dan masyarakat sipil Jateng ini, melakukan konvoi mulai Jalan Pemuda hingga Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Pantauan di lokasi, aksi tersebut membuat jalur transportasi sepanjang rute konvoi macet. Orator demonstrasi tak henti-hentinya menyanyikan lagu ‘Buruh Tani’ yang ditirukan peserta aksi.

Baca juga : Ini Tuntutan Massa Aksi HMI Semarang saat Gerudug Kantor Ganjar di Demo 11 April
Koordinator Aksi Aliansi Jawa Tengah Menggugat Pudol mengatakan, ada beberapa isu yang diangkat dalam unjuk rasa tersebut. Mulai dari naiknya harga bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
“Selain itu, juga ada isu buruh dan ketenagakerjaan hingga wacana penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan presiden,”jelasnya di lokasi.
Menurutnya, semuanya itu menambah derita rakyat di tengah situasi krisis. Pudol menyebut, permasalahan regional Jawa seperti Upah Minimum Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) juga menjadi perhatian.
Ia katakan, massa yang ikut turun ke jalan dalam aksi tersebut, diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.
“Konflik agraria berbalut Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wadas yang penuh represi aparat menunjukkan betapa peliknya kondisi bangsa Indonesia. Propaganda di media sosial sama sekali tidak menggugah hati para pejabat untuk berpihak kepada rakyat,”ujarnya.
Baca juga : Demo Mahasiswa 11 April di Pati Diwarnai Aksi Saling Dorong
Aksi ini, kata dia, merupakan rentetan penyampaian pendapat dari beberapa waktu terakhir yang dilakukan di depan Gubernuran, termasuk kelanjutan aksi demo 11 April.
“Maka dari itu, kami mengajak kawan-kawan dan seluruh elemen masyarakat untuk turun kembali ke jalan menyuarakan pedihnya cengkeraman oligarki,” paparnya.
Editor : Kholistiono

