BETANEWS.ID, KUDUS – Raksasa elektronik asal Kudus, PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) mulai merambah ke dunia otomotif dengan melepas motor listrik Polytron Evo ke pasaran. Motor yang bisa dibawa pulang dengan mahar Rp28 juta itu bisa didapatkan di Showroom Polytron EVO Electric di Jalan Ahmad Yani 38, Kecamatan Kudus.
Showroom Officer Polytron EVO, Iwan Aryanto mengatakan, motor yang dibekali baterai Lithium NMC 60V ini punya kecepatan charging 29Ah yang bisa terisi penuh selama 4,5 jam. Dengan baterai yang punya power maksimal 3000 watt tersebut, motor bisa digeber dengan kecepatan maksimal hingga 60 km/jam.

Pengendara juga bisa mengatur kecepatan dalam tiga mode, yaitu pertama bisa menembus 30 km/jam, kedua 45 km/jam, dan ketiga 60 km/jam. Pengaturan ini tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.
Baca juga: Evo, Motor Listrik Buatan Polytron dengan Desain yang Ciamik
“Motor ini bisa melaju sampai lebih dari 100 kilometer dengan kecepatan 30 km/jam. Jika menggunakan top speed, membutuhkan energi tinggi pula, sehingga jarak tempuhnya hanya sampai 60-70 kilometer,” beber dia, Jumat (1/4/2022).
“Kelebihan dari motor listrik initidak perlu ganti oli dan lainnya, karena tidak ada mesin pembakar seperti motor biasanya,” ungkap Iwan.
Selain itu, motor listrik karya anak bangsa ini juga dilengkapi fitur-fitur menarik, mulai dari smart key system atau menghidupkan motor bisa menggunakan remote, bluetooth untuk menyambungkan motor dengan ponsel pintar, full LED lighting, lubang charger, speaker, hingga pengalaman berkendara dengan suara mesin yang sangat halus.
“Pilihan warnanya juga beragam yakni ada lima, yaitu Bolt Yellow, Energy Red, Pure White, Kinetic Blue, dan Metalelectric,” kata Iwan.
Yang menarik, lanjut Iwan, pengeluaran untuk penggunaan baterai lebih murah daripada menggunakan bahan bakar minyak pada motor biasanya. Iwan menyebut, dengan menggunakan daya listrik setidaknya butuh Rp40-50 untuk perjalanan tiap kilometernya. Sementara untuk bahan bakar minyak, diperlukan Rp225-250 tiap kilometernya.
“Kalau di lihat dari cost-nya, motor listrik jelas lebih murah,” ucapnya.
Baca juga: Gesits, Motor Listrik Karya Anak Bangsa Ini Sudah Hadir di Solo, Segini Harganya
Pihaknya pun memastikan, EVO telah melalui proses pengujian sangat ketat sebelum diluncurkan. Tingkat resiko penggunaan pun telah melalui proses ketat, sehingga semua kemungkinan telah terantisipasi. “Jadi sampai ke masyarakat semua sudah aman,” tegasnya.
Iwan pun optimis, ke depan banyak orang yang akan beralih ke motor listrik. Sebab berkembangnya zaman, teknologi sudah mulai memanfaatkan listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kendati sampai saat ini, penjualan motor listrik masih di area Kudus, Pati, dan kabupaten sekitarnya,” tutup Iwan.
Editor: Ahmad Muhlisin

