BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meninjau ketersediaan kebutuhan pokok di pasar Kliwon, Senin (4/4/2022). Dalam pantauan tersebut, ia masih menjumpai keberadaan minyak goreng subsidi yang masih langka.
Merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus akan segera mendistribusikan minyak goreng subsidi ke desa-desa untuk mengurangi kelangkaan. Mekanismenya sama seperti pendistribusian yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan cara menyalurkan langsung ke masyarakat melalui pemerintah desa.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan distributor biar diagendakan seperti kemarin. Biar masyarakat mudah mengaksesnya,” paparnya.
Baca juga: Sering Kosong, Pedagang Minyak Goreng Curah di Kudus Ini Sering Diomeli Pelanggan
Selain minyak goreng, harga tepung terigu juga naik. Meskipun begitu, kenaikan harga tepung terigu di Bulan Ramadan dinilai masih wajar. Sementara harga dan stok bahan pokok lainnya dipastikan aman.
“Harga bahan pokok relatif stabil. Tidak ada kenaikan drastis,” ucapnya.
Selanjutnya, Hartopo meninjau kondisi Taman Krida pascahujan disertai angin kencang pada Jumat (1/4/2022) lalu. Saat ditinjau, beberapa pohon tumbang masih dibersihkan dan atap bangunan di Taman Krida mengalami kerusakan.
“Kemarin waktu hujan dan angin kencang banyak pohon tumbang dan bangunan jebol,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan, perbaikan tidak bisa dilakukan melalui anggaran pemeliharaan. Pasalnya, anggaran tersebut di-refocusing untuk menangani kasus Covid-19. Hartopo meminta Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah dan Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada segera membuat nota dinas sehingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) bisa disusun.
Baca juga: Pengusaha Kerupuk di Kudus Kelimpungan Akibat Minyak Goreng Curah Mahal dan Langka
“Perbaikannya tak bisa lewat anggaran pemeliharaan. Nanti kita akan berdiskusi terlebih dahulu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan agar setiap OPD proaktif dalam perawatan aset negara. Dirinya menjelaskan merawat aset sama saja dengan pengabdian terhadap negara.
“Aset negara harus dikelola dengan baik. Seperti mengelola aset sendiri. Jadi dinas harus proaktif,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

