31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaUMKMMeski Persiapan Mepet,...

Meski Persiapan Mepet, UMKM di Kudus Masih Dapat Orderan Puluhan Parsel

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai upaya untuk membangkitkan perekonomian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggalakkan program Ngalirisi Parsel UMKM. Terkait program tersebut, pemerintah kabupaten dan kota juga diminta untuk ikut berpartisipasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, tahun 2022 menjadi tahun pertama Kudus memperkenalkan parsel UMKM secara luas. Persiapan pun dirasa cukup singkat. Hanya dalam beberapa minggu, Disnaker Kudus bersama para UMKM bekerja sama mempersiapkan semuanya.

Baca juga : 20 UMKM Kudus Ikuti Program Parsel Lebaran Pemprov Jateng

- Ads Banner -

Melalui SE Bupati Kudus yang turun pada tanggal 22 April 2022, Disnaker Kudus mulai memperkenalkan parsel UMKM pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Kudus, pihak swasta, BUMN, BUMD, dan lainnya. Alhasil sejak tanggal 25 April, puluhan orderan pun diterima.

“Sejak orderan dibuka, banyak yang langsung memesan. Pemesanan kan langsung ke pihak UMKM-nya,” kata Rini saat ditemui di ruangannya, Kamis (28/4/2022).

Lewat katalog yang disiapkan, lanjut Rini, ada 8 jenis paket parsel dengan harga berbeda diperkenalkan kepada banyak pihak di Kudus. Ada paket Dirganata Lily seharga Rp 150 ribu, Dirganata Tulip Combi Rp 200 ribu, Dirganata Amarilis Rp 250 ribu, Dirganata Dandelion Rp 300 ribu, Dirganata Adenium Rp 350 ribu, Dirganata Camelia Rp 450 ribu, Dirganata Gardenia Viola Combi 1 Rp 500 ribu, dan Dirganata Gardenia Viola Combi 2 Rp 550 ribu.

Diambilnya nama Dirganata, menurut Rini memiliki arti tersendiri. Bahwa nama tersebut singkatan dari bordir, logam, pertanian terpadu dan seni kriya. Di mana dikatakan nama tersebut telah mengampu semua kluster UMKM yang dimiliki Kudus.

“Ada macam-macam produk yang ada di dalam parsel. Makanan, minuman, logam, batik, jenisnya bermacam-macam dan dikemas dalam satu parsel,” ungkap Rini.

Sementara itu, pemilik produk UMKM olahan Jipang di Kudus, Rubiyanti mengaku, persiapan pembuatan parsel ini cukup ngebut. Dari tanggal 25-28 April, ada sekitar 67 paket parsel yang dipesan. Pihaknya pun cukup kewalahan dalam memenuhi pesanan yang ada.

“Ini kan menjelang libur kantor cuti Lebaran, jadi lumayan ngebut (membuat parsel). Kalau tahun depan persiapan lebih jauh-jauh hari lagi dan promosi lebih gencar, saya yakin, kita (UMKM) tambah keteteran melayani pemesanan karena saking banyaknya pesanan,” ungkap Yanti selepas mempersiapkan parsel di rumahnya.

Dengan program parsel UMKM ini, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemkab Kudus dan Disnakerperinkop UKM yang telah memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada UMKM Kudus memperkenalkan produknya kepada banyak pihak, stakeholder di Kudus.

“Alhamdulillah dengan adanya parsel UMKM bisa meningkatkan perekonomian dan meningkatkan branding kami. Jadi produk kami tidak hanya dikenal tetangga sekitar saja tapi juga dipromosikan ke banyak pihak lain,” ungkapnya.

Pesanan terbanyak parsel UMKM ini, ungkap Yanti berasal dari pihak Bank Jateng dan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) di Kabupaten Kudus. Dari Kadin sendiri ada pesanan sampai 15 paket. Sementara untuk jenis paket yang paling banyak dipesan yakni paket Dirganata Lily seharga Rp 150 ribu.

Baca juga : Pemkab Kudus Galakkan Belanja Produk Parsel Lebaran dari UMKM

Untuk isi parsel katanya, jenang, sirup kulit nanas, keciput, pisang krispi, labu Jipang, kacang ayu, Stik bayam.

Dari pengalaman pertama ini, Yanti berharap ke depan persiapan membuat parsel UMKM bisa lebih awal lagi. Sehingga pemesanan paket parsel bisa lebih banyak lagi. Pun lebih banyak UMKM di Kudus yang bisa ikut andil dalam program tersebut.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler