31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Hartopo Sebut Generasi Milenial jadi Penentu Kehidupan Politik yang Beradab

BETANEWS.ID, KUDUS – Generasi milenial menjadi topik perbincangan yang cukup hangat di berbagai kalangan terutama dalam peranya di dunia politik. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Hartopo dalam peningkatan kapasitas dan peran organisasi kemasyarakatan dengan tema ‘Peran Generasi Milenial Dalam Mewujudkan Politik yang Berkeadaban’.

Hartopo menyebut, generasi milenial adalah generasi muda yang berumur antara 17-37 tahun. Mengutip hasil sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020.

Baca juga : Hartopo Dorong Anak Muda Bumikan Ideologi Pancasila

-Advertisement-

“Jumlah generasi milenial secara nasional mencapai 69,38 juta jiwa atau sekitar 25,87 persen dari populasi Indonesia,” ujar Hartopo saat menghadiri acara tersebut di Rumah Makan Bambu Wulung pada Kamis (14/4/2022).

Memperhatikan jumlah tersebut, posisi milenial saat ini menjadi bagian utama yang akan menentukan kondisi kehidupan berpolitik yang beradab di masa kini dan masa yang akan datang.

“Artinya, generasi milenial adalah bagian dari penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.

Oleh karena itu, Hartopo berujar, kewajiban kaum milenial adalah pemegang kendali dunia politik untuk mendorong perwujudan demokrasi.

“Kaum milenial dituntut untuk bersikap aktif membantu pemerintah dalam memberikan masukan dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Jangan hanya berdiam diri, namun berpikirlah kritis untuk ikut serta menjaga kondusivitas daerah,” pesanya.

Pihaknya berharap, kegiatan semacam ini dapat menambah wawasan akan peran generasi milenial dalam mewujudkan politik yang berkeadaban.

“Politik yang beradab dan beretika adalah politik yang ketika telah meraih kekuasaan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, ” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan mengimbau bagi masyarakat khususnya generasi milenial untuk selektif memilih calon pemimpin.

Baca juga : ASN Diminta Tetap Produktif Selama Ramadan, Hartopo : ‘Tidak Ada Kamus Malas-malasan’

“Parameter atau ukuran memilih pemimpin yang ideal adalah bukan dari amplop yang dibagikan, Namun karena visi misi yang diusungnya,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, proses demokrasi perlu dibenahi karena menurutnya demokrasi kelewat batas yang menjadi masalah di negeri kita.

“Maka generasi milenial harus dapat merubah haluan tersebut menjadi demokrasi yang berkesinambungan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER