BETANEWS.ID, SEMARANG – Suliyah (75) begitu semringah saat mendapat tamu istimewa, Sabtu (23/4/2022). Tamu yang datang ke wumahnya di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Tak sekedar mampir, Ganjar juga membawa bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta. Sontak saja, Suliyah mengaku sangat senang mendapat bantuan tersebut. Sebab, sudah lama ia mendambakan memiliki rumah yang nyaman serta memiliki kamar mandi sendiri.

“Nggih seneng sanget omahe didandani (ya senang sekali rumahnya diperbaiki), apa lagi ajeng didhamelake WC (apalagi mau dibuatkan WC). Biasane nunut tonggone (biasanya numpang tetangga),” ucap Suliyah.
Baca juga: Berkah Ramadan, Lansia Penghuni Rumah Reyot Ini Dapat Bantuan Rehab Rumah dari Ganjar
Anak Suliyah, Sopiyatun bahkan sampai menangis saat melihat ibunya diberi bantuan bedah rumah oleh Ganjar. Ia bahagia, karena akhirnya rumah ibunya diperbaiki.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Ganjar. Saya ikut bahagia sebagai anak, karena saya nggak bisa memberikan kebahagiaan untuk orang tua saya,” ucap Sopiyatun sambil menangis.
Ada hal menarik yang selalu disampaikan Ganjar setiap memberikan bantuan RTLH. Saat menyerahkan bantuan itu, orang yang paling ia cari adalah ketua RT, RW, dan kepala desa. Kepada mereka, Ganjar selalu berpesan hal yang sama, yakni gotong royong.
Seperti saat Ganjar memberikan bantuan RTLH pada Suliyah dan Setiyono, warga Saat itu, ia langsung memanggil ketua RT, RW dan kepala desa untuk mendekat.
“Ini tolong dikawal ya Pak, di sini gotong royong masih hidup apa tidak? Nanti pembangunannya tolong diawasi ya Pak Kades, gotong royong bersama masyarakatnya digalakkan. Saling membantu biar guyub rukun,” pesan Ganjar pada ketua RT dan Kades Mangunharjo.
Warga yang didatangi biasanya kompak menyanggupi. Seperti saat di Mangunharjo, warga mengatakan jika gotong royong masih berjalan baik.
Baca juga: Tangis Bahagia Narni, Kuli Bangunan yang Akhirnya Bisa Renovasi Rumah Berkat Bantuan Ganjar
“Siap, Pak, di sini gotong royong masih jalan. Jadi kami siap membantu proses pembangunan,” jelas warga.
Ganjar menambahkan, kontribusi masyarakat akan sangat bermanfaat pada pembangunan negara. Seperti saat ini, jika masyarakat saling gotong royong dan membantu, maka program pemerintah akan berjalan baik.
“Kalau bantuan-bantuan tidak cukup, tidak perlu rebutan. Kalau kurang, gotong royong dari warga ditingkatkan lagi. Seperti program Jogo Tonggo waktu lalu, itu kan bagus,” jelasnya.
Termasuk program bantuan RTLH yang dilakukan di Jateng. Menurutnya, program itu juga hasil gotong royong berbagai pihak, salah satunya Baznas.
“Kita nggak mungkin hanya mengandalkan APBD, kerja sama dengan pihak lain seperti Baznas ini sangat bagus untuk mengungkit lebih cepat. Nanti kita akan galakkan lagi kerja sama dengan kabupaten/kota, TNI/Polri, kampus, perusahaan, BUMD, BUMN dan lainnya agar lebih cepat,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

