SEMARANG, BETANEWS.ID – Aksi demonstrasi sopir truk di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah yang awalnya akan membawa 1.000 truk dan 2.000 massa gagal.
Berdasarkan pantauan lapangan, hingga aksi demonstrasi bubar, hanya ada dua truk yang ada di depan Kantor Gubernur Jateng.
Sementara, beberapa truk yang lain berada di tempat parkir bekas lokasi Wisata Wonderia yang berada di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Baca juga : Ratusan Sopir Truk dari Kudus, Jepara dan Pati Naik Bus Geruduk Gubernuran Demo soal ODOL
Menanggapi hal itu, Ketua Penanggung Jawab Aksi, Anggid Putra Iswandaru mengatakan, pihaknya sengaja tak membawa semua armada ke Kantor Gubernur Jateng karena mempunyai beberapa pertimbangan.
“Kita berkomitmen kalau memang ada hasil sebelum hari H aksi, kita tak akan menerjunkan seluruh armada,” jelasnya saat ditemui di depan Kantor Gubernur Jateng, Jumat (11/3/2022).
Yang paling penting pada aksi kali ini, katanya, adalah adanya solusi yang adil untuk para sopir truk. Selain itu, apa yang dilakukannya saat ini adalah aksi damai.
“Yang penting ada solusi enak,” ujarnya.
Rencana awal, massa aksi yang akan dibawa sebanyak 2.000 orang. Namun, saat ini yang dibawa hanya 500 orang sebagai perwakilan.
“Kalau misal tak ada jawaban, sebenarnya kita aksinya bisa lebih besar lagi,” katanya.
Dia menambahkan, ada hasil mediasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng yang cukup adil untuk sopir truk, salah satunya adalah tak ada penindakan bagi truk yang over dimensi di jembatan timbang.
Baca juga : Aksi Seribu Truk Demo soal ODOL dari Kudus ke Kantor Gubernur Jateng Urung Dilaksanakan
“Kita diberi toleransi, tak ada tindakan dari aparat di jembatan timbang jika ada truk yang over dimensi,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengusaha truk, Munir menyambut baik dengan hasil mediasi kali ini. Menurutnya, pemerintah memberikan solusi yang cukup melegakan.
“Namun masih ada beberapa tuntuan yang belum dikabulkan, salah satunya adalah ongkos minimal muatan,” paparnya.
Editor : Kholistiono

