BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa kain batik tampak tergantung pada dinding outlet di tepi timur Jalan Lambao, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di atas meja ruangan juga terlihat beberapa kain batik dengan motif nuansa Kudusan. Batik tersebut adalah motif baru dari Batik Sekar Jagad.
Pemilik Batik Sekar Jagad yakni Said Anwarudin (40) mengatakan, sejak dua bulan lalu ia mengeluarkan produk batik cap baru. Di antaranya bertema nuansa Kudusan, dengan ikonnya Menara Kudus.
Baca juga : Djanoer Batik Kudus Keluarkan Motif Parijoto Terbaru, Gambarnya Lebih Penuh
“Sekar Jagad mengeluarkan batik cap dengan nuansa Kudusan dengan ikon Menara. Di produk baru ini gambar Menara Kudus dipadukan dengan khas motif batik di Kota Kretek,” ujar pria yang akrab disapa Said kepada Betanews.id, Selasa (1/3/2022).
Said pun merinci aneka motif batik yang dibikinnya. Di antaranya ada motif perpaduan Menara Kudus dengan motif beras wutah. Motif beras wutah kata Said, merupakan motif khas yang Kudus banget. Ada juga motif Menara Kudus dipadu dengan motif kopi Muria.
“Kita semua kan tahu bahwa di Kudus, tepatnya di Gunung Muria adalah penghasil kopi terbaik. Oleh sebab itu motif kopi Muria saya sematkan dalam batik karya saya,” beber ayah anak satu tersebut.
Selain itu, ada motif Menara Kudus dengan daun tembakau. Daun tembakau ini sebagai simbol bahwa Kabupaten Kudus selama ini dikenal sebagai Kota Kretek. Serta ada juga motif Menara Kudus yang dipadupadankan dengan relief keramik yang ada di dalam masjid peninggalan Sunan Kudus tersebut.
“Serta masih ada beberapa motif lagi yang kesemuanya bernuansa Kudusan. Untuk harga kami banderol cukup terjangkau, hanya Rp 150 ribu per pcs, dengan ukuran 2X1,1 meter,” kata Said.
Baca jgua : Pesona Motif Batik Khas Kudus Tempo Dulu yang Tetap Lestari di Omah Batik-Ku
Dia mengatakan, produk barunya itu merupakan batik cap. Ia memilih batik cap, karena memang permintaan pasar atau lebih diminati. Sebab harga batik cap lebih terjangkau dibanding batik tulis. Bahkan, produk barunya itu sudah dipesan para pelanggan dari berbagai daerah.
“Pemesannya sudah banyak. Dalam dua bulan ini setidaknya saya sudah menjual 300 pcs. Pembeli tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga ada dari Makasar, Sulawesi, Bali dan daerah lainnya,” bebernya.
Editor : Kholistiono

