BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo melantik 150 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida pada Selasa (8/3/2022). Pelantikan tersebut terdiri dari pejabat struktural sebanyak 7 orang, kepala sekolah 93 orang, pengawas sekolah 8 orang, guru 39 orang, pengawas lngkungan hidup 1 orang, dan teknik tata bangunan 2 orang.
Hartopo berharap, mereka bisa menjalankan amanah yang telah dibebankan, yakni dengan meningkatkan integritas maupun kinerja.
Baca juga : Bupati Kudus Lantik 119 Pejabat, Empat Posisi Kadis Akhirnya Terisi
“Dengan pelantikan ini, semoga bisa menyesuaikan dengan tugas yang baru. Tentunya dengan peningkatan di dalam integritas maupun kinerja memang harus. Terutama dalam pelayanan masyarakat,” jelas Hartopo.
Untuk itu, Hartopo berpesan agar para pegawai memiliki kreativitas dan inovasi tinggi.
“Jangan sampai terlalu monoton. Loyal, jujur, disiplin, punya kemauan kerja tinggi, syarat utama bagi mereka yang baru saja dilantik,” tegasnya.
Beberapa pejabat struktural yang dilantik adalah Agus Susanto menjabat sebagai Camat Jekulo, Arif Budiyanto sebagai Camat Undaan, Saparni, Inspektur Pembantu Wilayah II. Kemudian ada Sancaka Dwi Supani sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Rifa’i Sekretaris Disnakerperinkop dan UKM, Sri Sukapti Noor, Kepala Bidang Kebudayaan, dan Firdaus Kurniawan sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengatakan, posisi kepala sekolah pada semua SMP di Kudus sudah terpenuhi. Dari 93 kepala sekolah yang dilantik, 50 orang sebagai kepala SD, 4 orang SMP, 3 TK, dan sisanya mutasi.
Baca juga : Minta ASN Tidak Terjebak Rutinitas, Bupati Kudus : ‘Layani Masyarakat Secara Kreatif’
“Untuk yang sebelumnya kepala SMP dijabat oleh Plt (pelaksana tugas), sekarang sudah penuh semua. Seperti SMP 1 Jati, SMP 1 Bae yang sebelumnya kosong, kini sudah ada,” ungkapnya.
Namun untuk kepala sekolah pada tingkat SD, Harjuna mengaku masih kekurangan sangat banyak. Bila per tanggal 1 Desember 2021 lalu masih ada 149 posisi kosong, ditambah bulan Januari hingga Maret, dipastikan bertambah.
“Sekarang baru terisi 50 orang, jelas kita masih kurang banyak,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

