31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Ini yang Harus Dilakukan Bila Terjadi Kebakaran di Gedung Bertingkat

BETANEWS.ID, KUDUS – 5 mobil pemadam kebakaran (Damkar) mendatangi komplek Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (1/3/2022) pagi. Bukan hanya itu, dua mobil ambulans juga diketahui memasuki komplek gedung Pemkab Kudus. Akses jalan menuju Pendapa juga ditutup.

Dari Gedung A Setda samping Pendapa Kudus terlihat asap mengepul. Para pegawai pun terlihat berhamburan meninggalkan gedung empat lantai itu. Mobil damkar yang datang saat itu pula langsung menyemprotkan air ke arah gedung yang mengeluarkan asap tersebut.

Diketahui, apa yang terjadi itu merupakan simulasi pemadaman kebakaran di gedung bertingkat. Apalagi komplek Pendapa Kudus sendiri memiliki beberapa gedung bertingkat, dengan pegawai serta berkas-berkas penting yang disimpan.

-Advertisement-
Simulasi pemadaman kebakaran di gedung bertingkat. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : 14 Mobil Damkar yang Dikerahkan Belum Bisa Padamkan Api di Pabrik Starindo

Hal ini juga merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103 Pemadam Kebakaran (Damkar) tahun 2022 ini.

Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif mengungkapkan, simulasi kebakaran ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelayan masyarakat yang bekerja di gedung pemerintahan. Langkah apa yang perlu dilakukan ketika ada kebakaran terjadi di gedung bertingkat.

“Dalam rangka HUT ke-103 Damkar, kita adakan simulasi dan memberikan edukasi kepada teman-teman yang ada di gedung pemerintahan. Bagaimana sikap kita ketika mendengar alarm kebakaran. Apa yang perlu kita lakukan,” ungkapnya.

Dalam simulasi kali ini, ada 5 armada mobil Damkar yang didatangkan. Baik itu milik swasta seperti PT Djarum, PT Sukuntex, PT Nojorono dan PT Pura. Serta apa pula mobil Damkar milik Satpol-PP Kudus sendiri.

Proses penyelamatan korban kebakaran juga dilakukan dalam simulasi ini. Mobil ambulans dari PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus juga disiagakan guna mempraktikkan cara evakuasi korban.

Skenario dalam simulasi, Kholid menjelaskan setiap pegawai diedukasi cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di setiap lantai gedung bertingkat. Hal ini sebagai langkah awal pemadaman api.

Jika api belum juga padam, koordinator gedung perlu menghubungi tim Damkar dan polisi untuk melakukan pemadaman api.

“Ini merupakan awal simulasi di gedung bertingkat pemerintahan, nanti gedung pemerintahan lainnya bisa belajar dari simulasi ini,” katanya.

Selain itu, untuk selanjutnya simulasi pemadaman kebakaran juga akan dilakukan di gang-gang sempit perumahan Kudus. Bekerja sama dengan relawan desa ataupun wilayah setempat, simulasi penanganan kebakaran akan dimulai dengan edukasi cara penggunaan APAR. Untuk kemudian langkah-langkah masuk ke gang sempit saat kebakaran terjadi.

Bupati Kudus HM Hartopo berharap, simulasi kebakaran di tempat sempit benar terealisasikan. Terlebih, Kudus sendiri memiliki banyak wilayah yang padat penduduk maupun rumah yang saling berdekatan.

Baca juga : Penyebab Kebakaran Kantor BRI Pasar Kliwon Diduga Karena Korsleting Listrik

“Pemukiman yang padat itu akses jalannya susah. Harus ada simulasi. Kalau ada kejadian (kebakaran), pihak Damkar tidak kesulitan. Sudah tau mau apa. Skenarionya sudah jelas,” pinta Hartopo.

Selain itu, simulasi kebakaran juga perlu menyasar para pegawai pabrik di Kudus. Mereka diminta untuk tahu cara penggunaan APAR. Sebab bila kebakaran lokal terjadi di pabrik, mereka tidak panik berlebihan. Bisa memadamkan sumber kebakaran dengan APAR.

Pun pihaknya berharap kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki unit pemadam kebakaran juga terus dilakukan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER