31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaWisataDesa Wisata Sumogawe...

Desa Wisata Sumogawe Kini Punya Rest Area dan Mobil Shuttle Berkat Bantuan Rp1 M dari Pemprov Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – Desa Wisata Kampung Susu Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang mendapat bantuan Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2020 lalu. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan rest area dan dua mobil shuttle.  

Kepala Desa Sumogawe, Marsudi Mulyo Utomo mengatakan, desa wisata yang diresmikan 2017 lalu itu, mulanya hanya mengandalkan produk olahan makanan yang berbahan baku susu sapi, seperti sabun susu, permen susu, dan yogurt. Biasanya, produk tersebut dipamerkan di balai desa jika ada kunjungan wisatawan, atau memanfaatkan rumah warga yang memiliki usaha susu olahan.

Mobil Shuttle di Desa Wisata Kampung Susu di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Foto: Ist

“Awalnya kendala yang dialami itu permasalahan finansial, kesadaran masyarakat dan lahan. Alhamdulillah tahun 2020 saya mendapat bantuan dari Pak Gubernur Rp1 miliar, saya belikan dua mobil shuttle, bangun rest area dan juga ada gazebo, patung sapi, dan parkir,” ujarnya, Kamis (17/3/2022).

- Ads Banner -

Bagian Pemasaran Desa Wisata Kampung Susu, Sri Wuryani menuturkan, sejak ada bantuan tersebut, Pokdarwis mampu mengembangkan Desa Wisata Kampung Susu dengan baik.

Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp35 Miliar untuk Bantu UMKM di 35 Daerah di Jateng

“Sejak itu, UMKM dapat tertata rapi karena di sini ada tempat pameran sekitar 50-60 UMKM. Kalau ada kunjungan mereka bisa menitipkan produk dipamerkan di tempat yang disediakan desa melalui bantuan tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Desa Wisata Kampung Susu kini sudah punya paket wisata, mulai dari edukasi produk dan susu perah hingga rest area untuk menikmati kuliner khasnya.

“Paket wisata mulai harga Rp40 ribu sampai 200 ribu per orang. Saat ini per Minggu ada dua sampai tiga kelompok yang berkunjung, kebanyakan siswa dan ibu-ibu PKK,” tandasnya.

Kasi Pengembangan Daya Tarik Wisata Disporapar Provinsi Jateng, Riyadi Kurniawan mengatakan, bantuan Desa Wisata sudah digelontorkan sejak 2020. Saat itu, pihaknya sudah menganggarkan Rp18,5 miliar untuk 100 desa, dan pada 2021 jumlah yang dianggarkan Rp32 miliar untuk 260 desa.

“Di tahun 2022 ini kita sudah menganggarkan Rp18,5 miliar untuk 131 desa wisata,” katanya.

Baca juga: Rumahnya Kini Tak Lagi Bocor dan Banyak Tikusnya, Suryono : ‘Gak Nyangka Dibantu Pak Ganjar’

Melalui dana pengembangan desa wisata itu, kata dia, potensi desa diharapkan bisa digali dan menjadi sejumlah sajian pariwisata atau produk pariwisata.

“Sehingga nantinya kita punya berbagai macam pilihan kepada wisatawan, untuk ditawarkan ke desa wisata yang dikunjungi. Itu sebagai pengungkit ekonomi masyarakat tingkat desa,” jelas Riyadi.

Ditambahkanbya, jumlah desa wisata di Jateng juga terus meningkat. Dari yang semula pada beberapa tahun lalu hanya sekitar 500 desa, sekarang naik menjadi 717 desa. 

“Masing-masing desa wisata diharapkan mempunyai keunikan tersendiri, atau memiliki perbedaan antara satu desa dengan desa wisata lainnya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler