31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Kades di Kudus Protes, Bupati Kekeuh Tidak Mau Cabut SE Soal Akselerasi Vaksinasi Lansia

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo angkat bicara terkait dengan adanya protes dari kepala desa mengenai SE Bupati Nomor 443.4/315/13.00/2022 tentang Akselerasi Vaksinasi Lansia. Khususnya pada poin 4 yang menyebut bila pencairan alokasi Dana Desa, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, dan Bantuan Keuangan Desa yang bersangkutan akan ditangguhkan ketika capaian vaksinasi lansia tidak mencapai 75 persen pada akhir pekan pertama bulan Februari 2022.

Meski kades menegaskan kalau pencapaian 75 persen vaksin lansia dengan pencairan ADD disebut tidak ada korelasinya, namun Hartopo tetap kekeuh tidak akan mencabut SE tersebut.

Baca juga : Kades Ramai-ramai Tuntut SE Bupati Kudus Soal Akselerasi Vaksinasi Lansia Dicabut

-Advertisement-

“Iya, SE itu masih berlaku,” kata Hartopo ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (1/2/2022).

Bupati tetap mentargetkan, akselerasi vaksinasi bagi penduduk lanjut usia di tiap desa harus mencapai 75 persen di akhir pekan pertama Februari 2022 ini.

Sebab, menurutnya akselerasi capaian vaksinasi lansia ini sebagai bentuk motivasi Pemkab Kudus kepada para pemangku wilayah tiap desa. “Terutama teman-teman kepala desa yang pada intinya kita harus kerja bareng,” sambung Hartopo.

Pada dasarnya, Hartopo menginginkan setiap desa bekerja sama dan bekerja keras agar capaian vaksinasi bagi lansia di Kudus mencapai target 75 persen sesuai yang diharapkan pemerintah pusat.

Meski begitu, menurut Hartopo, ada keleluasaan bagi desa yang sudah bekerja keras tapi belum mencapai target.

Pihaknya pun meyakini bahwa setiap desa telah bekerja keras agar para lansia mau dan bisa divaksin. Tapi bila memang di lapangan ada kendala, Hartopo minta agar desa berkomunikasi dengan pemkab.

“Kalau dia (desa) merasa sudah berupaya tapi tidak mampu, banyak kendala di sana, laporkan ke kita. Biar kita bantu. Kendala apa akan kita bantu. Kalau kita tidak dilapori, kita tidak tahu,” ungkap Hartopo.

Untuk itu, setelah pemkab menerima laporan, pendampingan akan dilakukan di desa tersebut. Pihaknya mencontohkan, ada salah satu desa di Kecamatan Mejobo yang dilaporkan capaian vaksinasi lansia baru 34 persen. Hartopo pun langsung meminta kerja sama dengan Forkopimcam, pihak kesehatan, Babinsa hingga Babinkamtibmas untuk bersama-sama mengeroyok dan menggenjot vaksinasi lansia.

Hasilnya setelah dua hari berselang, capaian vaksinasi lansia di desa tersebut naik 20 persen, yakni menjadi 54 persen saat itu.

Baca juga : Soal SE Bupati Kudus Terkait Akselerasi Vaksinasi, Kadis PMD : ‘Tidak Ada Niat Kami Menghukum Desa’

“Hal seperti itu memang harus komunikasi, kalau ndak komunikasi mana kita tahu. Setiap desa memang punya kebiasaan-kebiasaan sendiri. Kadang ada masyarakat yang khawatir dan enggan divaksin, menganggap tidak masalah kalau tidak vaksin. Kalau sudah ada pendampingan, tentunya pendampingan itu memberi laporan ke kita. Oh pak, di situ memang tidak bisa. Kondisinya seperti ini, sudah saya upayakan tapi tidak bisa. Ya sudah, artinya sudah dimaksimalkan tapi tidak bisa,” jelas Hartopo.

Dengan demikian, Hartopo pun tetap mengapresiasi kinerja para pihak desa untuk mencapai target vaksinasi lansia ini. Meski tidak mencapai target sesuai SE, Hartopo akan tetap mencairkan ADD maupun dana lainnya kepada desa.

“Tentunya walau tidak targetpun, tetap akan kita turunkan dana desa itu. Yang penting saya kepengen kerja kerasnya,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER