BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria yang mengenakan ikat kepala tampak sedang membuatkan beberapa porsi dawet untuk pembeli yang akan dibawanya pulang. Minuman tradisional tersebut dibungkus secara sederhana menggunakan plastik. Tampak pula dua orang pembeli memesan dawet untuk diminum di tempat tersebut.
Sang penjual dawet bernama Muhammad Furqon (28) itu, menyebut dawet yang dijualnya merupakan dawet kuno. Bahan-bahan yang merupakan campuran untuk dawet, berbeda dengan dawet pada umumnya. Di antaranya yang membedakan adalah, dawet yang djualnya ada bubur cetilnya.

Baca juga : Segarnya Dawet Kuno Khas Kudus yang Punya Rasa Unik, Sehari Bisa Laku 400 Porsi
Furqon pun menceritakan, bagaimana ia mulai merintis usaha dawet yang dimulainya sejak 2020 lalu. Ia yang seorang fotografer wisata di kompleks Menara Kudus menjadi salah satu yang terdampak pandemi.
Tempat wisata, yang ketika itu menjadi salah satu sektor yang ditutup saat pandemi, membuat jasa fotografer wisata sepi job. Hingga akhirnya, ia harus memutar otak agar bisa menghidupi keluarga dan asap dapur tetap mengepul.
Hingga akhirnya Furqon nekat untuk berjualan dawet, seperti yang sudah dilakukan oleh ayah mertuanya. Ia kemudian belajar dengan sang mertua mengenai resep maupun pengolahan bahan untuk pembuatan dawet.
“Ya karena terkena imbas pandemi, pengunjung Menara Kudus sepi. Kemudian saya berpikir agar bisa menghasilkan uang,” beber Furqon kepada betanews.id, Kamis (27/1/2022).
Dawet kuno yang dijualnya itu, katanya, merupakan resep turun temurun. Setidaknya, ia termasuk generasi ke empat.
Menurutnya, saat ini pembeli yang berlangganan di tempatnya sudah lumayan banyak. Setidaknya, dalam sehari ia bisa menjual 300 hingga 400 porsi.
Baca juga : Es Dawet Kliwon Moro Seneng yang Melegenda di Kudus, Sehari Bisa Jual 1.500 Gelas
“Meski saat itu terdampak, saya masih bersyukur dan tidak menyalahkan siapapun. Pada intinya melakukan hal positif dan berusaha semaksimal mungkin,” tutur bapak dua anak tersebut.
Furqon mengatakan, bahwa ia juga menerima pemesanan untuk jumlah banyak. Baik digunakan untuk acara hajatan ataupun lainnya. Jika ada yang berminat, menurutnya bisa menghubungi nomor WhatsApp 0815-6633-097.
Editor : Kholistiono

