BETANEWS.ID, KUDUS – Sistoyo (59) terlihat sedang merangkai kayu yang akan dijadikan alat musik di depan rumahnya, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kudus. Dengan peralatan kerja yang berserakan di sampingnya, ia merangkai satu demi satu bagian selo itu.
Bagi Sistoyo, kesibukannya membuat alat musik itu merupakan upayanya untuk melestarikan Keroncong. Alasan itulah yang meletarbelakanginya untuk memberikan harga murah pada setiap alat musik yang dijualnya.
Di rumahnya itu, Sistoyo membuat berbagai alat musik Keroncong seperti gitar, bass, ukulele, cuk, cak, selo, dan biola. Harganya yang sangat terjangkau itu dimulai dari Rp75 ribu hingga Rp4 juta.
Baca juga: Bahan Bisa Pilih, Ukulele Buatan Sistoyo Ini Dijual Mulai Rp75 Ribu
Awalnya, ia merasa prihatin karena mulai terkikisnya generasi penerus musik keroncong. Makanya, ia kemudian berpikir untuk menyediakan alat musik untuk seniman yang punya budget cekak.
“Alat musik kan selama ini terkenal mahal. Makanya saya mencoba membuat dan memberikan harga yang murah. Kadang yang belum bisa beli juga banyak yang datang kerumah buat pinjam latihan,” ucapnya.
Sistoyo menceritakan, ia belajar membuat alat musik sejak 1996. Waktu itu, ia harus berguru ke Sukoharjo setiap Hari Minggu untuk meningkatkan skillnya.
Baca juga: Usaha Ayamnya Gulung Tikar, Mbah Tardi Nafkahi Keluarga dengan Bikin Truk Mainan
“Di Sukaharjo itu pusatnya alat musik. Di sana sehari bisa membuat 50 gitar. Untuk belajarnya dulu saya setiap Minggu datang untuk belajar membuat,” ujarnya.
Di tempatnya, Sistoyo juga menerima pesanan alat musik lukis dengan berbagai gambar. Gambar yang sudah pernah ia lukis antaranya pewayangan, kartun, bunga, dan masih banyak lagi.
“Untuk pemesanan biasanya H-6, dan bisa pesan dulu melalui WhatsApp 0815 6626 628,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

