31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Bupati Belum Izinkan Kudus Gelar PTM 100 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mendatangi SDN 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, untuk meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (5/1/2022). Sesampainya di sekolah, pihaknya langsung memanggil Satgas Covid yang bertugas. Tiga orang dengan name card menggantung di leher menemui Hartopo. Mereka mengaku sebagai Satgas Covid.

Namun, saat ditanya, ternyata ada salah satu dari mereka merupakan guru olahraga. Sontak Hartopo kecewa, karena Satgas Covid seharusnya tidak dibebani tugas untuk mengajar.

“Di sini tak suruh memastikan, satgas itu tidak boleh difungsikan untuk yang lain. Fokus memonitori protokol kesehatan anak-anak didik. Kalau di kelas, diserahkan ke guru kelas nggak papa,” kata Hartopo.

-Advertisement-
PTM di salah satu SD di Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : PTM 100 Persen di Kudus, Disdikpora Pastikan Prokes Berjalan Baik

Hartopo sendiri tidak melarang adanya PTM di sekolah. Hanya saja, perlu ada Satgas Covid yang berkeliling. Untuk SD, minimal 2 orang, sementara untuk SMP lebih dari 2 orang.

Hal itu, memastikan semua peserta didik yang berangkat sekolah menaati protokol kesehatan. Baik itu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, hingga menjaga jarak.

“Apalagi waktu jam istirahat, harus ada protokol kesehatan,” tegasnya.

Kemudian, disinggung mengenai berlangsungnya PTM 100 persen di Kudus, Hartopo belum mengizinkan. Baik itu SD maupun SMP.

Pihaknya perlu mengecek kesiapan satgasnya, sarana prasarana penunjang, hingga ketercapaian vaksinasi di sekolah tersebut.

“Kita belum boleh 100 persen. Aku lihat satgasnya dulu. Vaksinnya, satgas harus efektif,” ungkapnya

Melihat level PPKM di Kudus yang masih berubah-ubah, PTM 100 persen di Kudus, masih dipertimbangkan Hartopo. Termasuk satgas dan SOP. Kalau sudah teruji dan terverifikasi sudah baik, Hartopo mempersilakan untuk PTM 100 persen.

“Kalau ada yang semuanya atau PTM 100 persen, harus izin ke kita. Kita ada tim verifikasi nanti yang datang, mengecek ke sana. Kalau hasil verifikasinya memungkinkan, ya monggo,” tegasnya.

Di sisi lain, SD 1 Jati Kulon yang didatangi Hartopo menceritakan alasan mengapa satgas covid di sekolah ada yang berasal dari guru olahraga. Sebab, di sekolah tersebut kekurangan tenaga. Ada yang sudah pensiun dan lainnya.

“Tadi sudah saya jelaskan ke Pak Bupati. Beliaunya menyadari kalau tenaganya memang kurang,” kata Kepala SDN 1 Jati Kulon Tri Wahyuningsih.

Namun terkait protokol kesehatan, di sekolah tersebut sudah menaati dengan baik. Kepada 197 siswanya, Tri sangat menjaga anak-anak didiknya. Sekolah menyediakan masker apabila ada siswanya yang lupa memakai masker ke sekolah. Hampir semua siswa juga telah mendapatkan suntikan vaksin.

Baca juga : Pati jadi Satu-satunya Daerah di Jateng yang Belum Lakukan PTM 100 Persen

Mereka pun diwajibkan memakai masker saat di sekolah. Pun selalu menjaga jarak, baik itu di dalam maupun di luar kelas.

“Untuk sarana dan prasarana di sekolah sudah siap semua. Memang ada beberapa yang belum divaksin, itu karena hasil skrining perlu ditunda. Jadi bagi yang belum, akan segera menyusul,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER