BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan lampion merah terlihat tergantung di bawah atap teras Klenteng Hok Hien Bio yang berada di Jalan Ahmad Yani, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Secarik kertas bertuliskan nama dan kota tampak tertempel pada bagian lampion. Setiap Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa berharap rezeki melimpah pada Dewa Bumi dengan memasang lampion di Klenteng Hok Hien Bio.
Tak hanya di bagian luar, di bagian dalam klenteng juga ada belasan lampion yang terpasang. Ditemui di lokasi, penjaga Klenteng atau Bio Kong yakni Kundori (56) mengatakan, setiap jelang Tahun Baru Imlek, banyak warga Tionghoa yang berharap berkah kepada Dewa Bumi (Hok Tik Tjing), yang merupakan Dewa utama di Klenteng Hok Hien Bio.
Baca juga : Perayaan untuk Dewa Bumi, Kelenteng Hok Hien Bio Gelar Bwee Gee Tanpa Kirab
“Dewa Bumi itu kan berkaitan dengan rezeki. Sama dengan tahun baru sebelumnya, jelang Tahun Baru Imlek bershio Macan Air ini, banyak warga Tionghoa yang berharap berkah rezeki berlimpah dari Dewa Bumi. Dengan cara titip pasang lampion di Klenteng Hok Hien Bio,” ujar Kundori kepada Betanews.id.
Pria yang sudah menjadi Bio Kong di Klenteng Hok Hien Bio selama 17 tahun itu mengungkapkan, selain menitip pasang lampion, warga Tionghoa berharap berkah dengan cara menyumbang sejumlah uang ke pihak klenteng.
“Sumbangannya bervariasi, ada yang Rp 1 juta, ada juga yang Rp 2 juta. Tergantung sama pemasangan lampion di bagian luar atau bagian dalam klenteng,” beber pria yang tercatat sebagi warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Dia mengatakan, warga Tionghoa yang menitip pasang lampion di Klenteng Hok Hien Bio tidak hanya warga Kudus saja. Namun ada juga yang dari daerah lain. Di antaranya, dari Semarang, Surabaya, Jakarta, Medan bahkan ada yang dari luar negeri.
“Meski dari berbagai daerah dan bahkan ada yang dari Jerman, mereka dulunya adalah orang Kudus,” jelasnya.
Baca juga : Keluh Kesah Penjual Pernak-Pernik Imlek di Kudus: ‘Pendapatan Turun Drastis’
Pria berkumis itu menuturkan, penitipan pasang lampion untuk meminta berkah pada Dewa Bumi di Klenteng Hok Hien Bio berdurasi selama setahun. Dipasang menjelang Tahun Baru Imlek dan dilepas setahun kemudian.
“Saat ini di bagian luar sudah dipasang 63 lampion, untuk kapasitas sekitar 100 lampion. Sedangkan bagian dalam sudah ada 14 lampion untuk kapasitas 16 lampion,” terangnya.
Editor : Kholistiono

