BETANEWS.ID, SOLO – Usaha kecil Menengah (UKM) unggulan dari 54 Kelurahan di Kota Solo mengikuti UKM Expo 2021 di Solo Paragon Mall. Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 1 hingga 3 Desember mendatang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Solo, Heri Purwoko mengatakan, UKM Expo ini merupakan salah satu cara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memunculkan usaha-usaha unggulan di setiap kelurahan. Kegiatan pameran tersebut sudah dilakukan untuk ketiga kalinya. Namun, pada 2020 lalu terpaksa ditiadakan lantaran pandemi Covid-19 yang masih tinggi.

“Tahun depan kita maksimalkan di luar kelurahan itu ada UKM-UKM binaan kami yang akan ikut nimbrung di sini,” lanjut Heri, saat ditemui di lokasi, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Kejar Pemulihan Ekonomi, Gibran Gandeng Ralali.com untuk Bantu Pelaku UMKM
Lebih lanjut Heri menuturkan, selain menjual produk di tempat, pameran tersebut juga berfokus untuk mempromosikan produk-produk UKM. Makanya, Ia mengimbau kepada lurah dan camat agar membantu UKM kecil bisa lebih terkenal.
“Makanya ini saya minta membuat kartu nama. Nanti kalau butuh, pelanggan bisa menghubungi,” ujar Heri.
Wakil Wali kota Solo, Teguh Prakosa berharap, dengan waktu tiga hari, pameran tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku UMKM. Sehingga, UKM yang belum muncul ke permukaan bisa lebih berkembang.
“Kita ingin mengangkat potensi kelurahan yang punya produk-produk unggulan. Harus dilihat bahwa produk-produk unggulan mana yang belum naik ke nasional maupun internasional, nanti kita bantu,” kata Teguh.
Baca juga: Gandeng BNI, Pemkot Solo Wujudkan Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional
Salah satu pelaku UKM, Tari mengaku senang dengan adanya pameran tersebut. Pemilik aReTee Ecoprint itu menjual produk kain dengan pewarna alam. Produk-produk yang dibuat sangat beragam, mulai dari kain, kemeja, mukena, tas, jilbab, dan lain-lain. Karena dibuat dengan proses yang tidak mudah, tak heran jika produk ecoprint dijual cukup mahal yakni dari Rp75 ribu hingga Rp800 ribu.
“Paling murah Rp75 ribu ada tas, kalau kain start dari Rp350 ribu sampai Rp800 ribu. Kalau kemeja Rp400 ribuan,” sebut Tari.
Editor: Ahmad Muhlisin

