31 C
Kudus
Minggu, Januari 23, 2022
spot_img
BerandaUMKMSepatu Hingga Tas...

Sepatu Hingga Tas Kulit Ecoprint dari Komunitas C3rmin yang Miliki Nilai Jual Tinggi

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pasang sepatu bermotif tampak terjajar rapi di sebuah rak kayu di salah satu rumah yang berada di Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus.

Masih di tempat yang sama, di antaranya dimanfaatkan untuk memajang aneka tas wanita berbahan kulit. Rupanya tas dan sepatu ini merupakan pengembangan dari produk-produk ecoprint karya komunitas C3rmin.

Baca juga : Miliki Peluang yang Potensial, Perajin Ecoprint Dipacu untuk Bisa Berkreasi

- Ads Banner -

Jika biasanya ecoprint di aplikasikan ke atas kain, komunitas ini mengkreasikan ecoprint di atas kulit hewan dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Ketua PKK RW 7 Desa Gondangmanis, yang juga merupakan anggota Komunitas C3rmin, Agus Suwarsono menyampaikan, kreasi ecoprint yang di padukan dengan kulit hewan ini dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas komunitas, serta kerajinan yang dibuat mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

“Untuk pembuatannya hampir sama dengan ecoprint yang menggunakan media kain, hanya saja ini medianya diganti kulit,” ujarnya Senin (29/11/2021).

Untuk menghasilkan corak yang indah, Agus juga menyebut, masih menggunakan dedaunan dan bunga yang biasanya dipakai. Tidak ada tanaman khusus dalam pembuatan ecoprint pada kulit hewan ini. Dia memastikan, daun dan bunga apa saja yang biasanya dimanfaatkan untuk ecoprint pada kain blangket, juga bisa digunakan pada kulit hewan.

“Semua ecoprint hasilnya bagus, dan Insya Allah akan tetap jadi di kulit hewan. Kalau percobaan gagal, tidak pernah, pasti jadi,” ujarnya.

Kemudian untuk bahan dasar kulit yang bisa digunakan, lanjut Agus, ada kulit kambing, sapu dan domba. Sedangkan untuk proses pembuatan kulit ecoprint, kulit yang digunakan harus dalam keadaan bersih dan polos, belum tersentuh pewarna sama sekali.

Sementara, untuk proses pembuatan ecoprint kulit hampir sama dengan pembuatan ecoprint kain. Yaitu, bunga atau daun ditempel pada kulit untuk menghasilkan motif yang diinginkan.

Hanya saja dalam proses pengukusannya sedikit berbeda, di mana api tidak boleh terlalu besar dan harus selalu diperiksa.

Baca juga : Sambut Hari Ibu, Warga Perumahan Muria Indah Adakan Lomba Buat Ecoprint

“Untuk keawetannya bisa dijamin tahan lama, karena kita saat proses finishing, kita pakai pengawet agar kukit itu tidak cepat menjamur dan mudah untuk perawatannya,” imbuhnya.

Kemudian mengenai harga yang ditawarkan, Agus mematok harga mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta. Hal ini disesuaikan dengan produk yang diminta.

“Harga tergantung jenis. Sepatu Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Kalau jaket Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Itu kita jual di standar harga,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler