31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaUMKMMiliki Peluang yang...

Miliki Peluang yang Potensial, Perajin Ecoprint Dipacu untuk Bisa Berkreasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang wanita, terlihat sedang menata dedaunan di atas kain putih yang sudah dibasahi. Setelah semua daun tertata, ia pun menutup permukaan atas kain menggunakan kain berwarna merah bata. Selanjutnya, kain tersebut kembali ditutup dengan alumunium foil. Selanjutnya, mereka pun mengulung kain tersebut dan mengukusnya hingga 3 jam lamanya.

Aktivitas tersebut, merupakan bagian dari proses pelatihan pembuatan ecoprint yang digelar di @hom Hotel oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi (Disnakerperinkop) dan UKM Kudus.

Baca juga : Disnaker Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Ecoprint untuk Pelaku Usaha Konveksi

- Ads Banner -

Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kepala Disnaker Kudus mengatakan, pelatihan pembuatan ecoprint ini diiikuti pelaku UKM di bidang konveksi, seperti batik dan bordir.

Rini sapaan akrabnya menjelaskan, kerajinan yang memanfaatkan warna dari klorofil dari tumbuhan ini masih sangat sedikit di Kudus.

“Di Kudus sendiri masih sedikit yang menjadi pengrajin ecoprint dan menjual produk ecoprint. Maka dari itu, dari pelatihan ecoprint ini akan dikembangkan lagi, supaya banyak yang bisa menjual produk ecoprint ini,” ucap Kartika, Rabu (11/8/2021).

Sementara itu, pemateri dalam pelatihan ecoprint, Pintya Dwanita Ayu Pratesthi menjelaskan, ecoprint merupakan kerajinan tangan, bukan teknik membatik.

“Ecoprint itu bukan batik, karena dalam pembuatannya tidak menggunakan malam dan tidak ada teknik mencanting,” jelasnya.

Untuk produk yang dihasilkan dari ecoprint, katanya, sangat beragam. Seperti halnya selendang kain, aksesoris kertas, home dekor, taplak meja dan lain sebagainya.

“Agar semakin banyak peminatnya, para pengrajin bisa banget untuk mengkreasikan produk ecoprint. Mulai dari home dekor hingga seragam,” ujarnya.

Baca juga : Batik Ecoprint Kudus Potensial Berkembang, Hartopo : ‘Terus Berkreasi dan Berinovasi’

Pintya menerangkan, peluang usaha ecoprint pun sangat baik, karena di Kudus pun masih sangat sedikit. Kerajinan ecoprint, juga dapat dikembangkan dalam bentuk apa saja. Karena yang terpenting dalam mengembangkan ecoprint, menurutnya adalah penguasaan teori dan praktiknya.

“Untuk teorinya sendiri, ada banyak teknik ecoprint. Misalnya, teknik bothanical yang memiliki kelebihan dalam pewarnaan yang beragam. Hal tersebut bisa memberikan bahan kreatifitas untuk pelaku usaha dalam mengembangkan produknya,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler