BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan pedagang keliling terdampak Covid-19. Sebanyak 50 anak yatim dan 20 pedagang keliling menerima bantuan tersebut di aula kantor Baznas, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Rabu (29/12/2021).
Rinciannya, 25 paket school kit dari Baznas Pemprov Jawa Tengah dan 25 paket yang sama dari Baznas Pemkab Kudus. Kemudian bantuan gerobak diberikan kepada 20 orang pedagang keliling.

Bupati Kudus HM Hartopo berharap, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Penyerahan bantuan dari Baznas ini, menurut Hartopo telah melalui proses verifikasi.
“Mereka yang mendapatkan adalah anak yatim yang bapaknya meninggal karena covid dan mereka yang ekonominya terdampak akibat pandemi,” kata Hartopo.
Baca juga: Alhamdulillah, 3.437 Pengurus Masjid dan Musala Dapat Bantuan dari Bupati Kudus
Lebih lanjut, bantuan yang diberikan merupakan hasil zakat 2,5 persen dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kabupaten Kudus setiap bulannya. Namun, ungkap Hartopo, sifat zakat ini tidak wajib.
Bila sebelumnya setiap gaji ASN akan dipotong 2,5 persen langsung di bendahara, saat ini tidak. Sebab dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memperbolehkan adanya pemotongan gaji ASN tanpa ada persetujuan dari yang bersangkutan.
“Jadi yang sadar untuk bayar zakat ya ngasih, yang tidak ya tidak. Tapi harapan kami tetap ada kesadaran ASN kalau dulunya dipotong 2,5 persen. Ini merupakan sedekah untuk masyarakat yang membutuhkan. Ini untuk investasi akhirat,” ucap Hartopo.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 Baznas Kabupaten Kudus Ma’ruf Sidiq meminta bantuan Hartopo untuk memberi pengertian kepada ASN maupun pegawai di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) soal membayar zakat.
Menurutnya, 2021 ini, zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) yang terkumpul di Baznas Kudus sudah terkumpul lebih dari Rp2 miliar. Sebagian banyak berasal dari Kementerian Agama Kabupaten Kudus.
“Untuk pentasyarufan ZIS di tahun 2021 ini sudah Rp1,6 miliar lebih,” ungkapnya.
Baca juga: 11 UMKM Kudus Terima Bantuan Modal dari Lazismu
Penyaluran itu modelnya bermacam-macam, mulai dari paket sekolah anak, santunan kepada para mustahiq dan anak yatim piatu di bulan Ramadan, renovasi rumah tidak layak huni, renovasi rumah akibat bencana alam, pembangunan musala, dan sebagainya.
Penerima bantuan, Warsito merasa bersyukur menerima bantuan gerobak baru, karena punyanya sudah rusak. Demi tetap mencari nafkah, ia pun terpaksa tetap menggunakan gerobak rusaknya untuk berjualan.
“Alhamdulillah bisa dapat bantuan gerobak. Karena sekolah libur, jadi sekarang lebih sering keliling. Bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan bayar sekolah anak,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

