Puji Kepemimpinan Gibran, Bima Arya: ‘Walaupun Baru, tapi Gas Pol Inovasinya’

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan kunjungan ke Kota Solo, Rabu (8/12/2021). Kunjungannya tersebut dalam rangka menerima penghargaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang diselenggarajan di The Sunan Hotel.

Dalam kunjungan tersebut, Bima bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Ia mengatakan bahwa kunjungannya tersebut merupakan balasan kepada Gibran yang juga melakukan kunjungan ke Bogor beberapa waktu lalu.

Bertemu dengan Gibran, Bima mengaku banyak berbincang-bincang dengan putra sulung Presiden Joko Widodo itu. Salah satunya adalah kuliner Sate Buntel Khas Solo.

-Advertisement-

Baca juga: Didampingi Menteri Koperasi, Gibran Resmikan Shopee Solo Creative & Inovation Hub

“Pak Wali (Gibran) bilang nanti siang kalau beliau waktunya memungkinkan, kita mau cari sate buntel. Saya baru tahu kalau sate buntel itu khas Solo. Disebutkan ada beberapa rekomendasinya, saya mau cari. Mau kulineran kalau sempat,” ujar Bima.

Sudah kesekalian kalinya bertemu, Arya memberikan pujian kepada Gibran. Menurutnya, selain Wali Kota yang masih muda, Gibran juga memiliki semangat yang luar biasa dan banyak inovasi.

“Mas Gibran itu semangatnya luar biasa. Walaupun baru, tapi ya gas pol dan cepat sekali inovasi-inovasinya,” kata dia.

Menurut Bima, Gibran sangar pandai dalam penguasaan lapangan. Ke depannya, Bima mengatakan bahwa kedua pemerintah kota tersebut berencana menjalin kerja sama.

“Oh banyak, pokoknya pasti. Nanti kan akan banyak ketemu lagi kita. Cocok lah kita, banyak ide-ide inovatif yang nyambung. Nanti saya akan ketemu komunitas muda juga. Saya cerita sama Mas Gibran, ada beberapa saran juga. Jadi, banyak berinovasi lah kita,” ungkapnya.

Baca juga: Ungguli Anies dan AHY di Survei Capres oleh CNN, Gibran: ‘Saya Fokus di Solo’

Selain itu, Bima mengatakan banyak hal yang bisa dipelajari dari Kota Solo. Di antaranya penataan heritage, penataan kawasan pusaka, budaya, tradisi-tradisinya, dan lainnya.

Meski sering bertemu, Bima mengaku tidak ada tujuan politik dalam pertemuannya dengan Gibran. Menurutnya, sebagai sesama generasi baru dalam politik, ia menganggap wajar jika saling berbagi.

“Wajarlah kalau kita bicara ke depan. Tetapi kita lebih banyak bicara hari ini juga, bagaimana cara mengelola kota dengan berbagi, saling berbagi,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER