BETANEWS.ID, SOLO – Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan, pembangunan PASAR LEGI sudah selesai dan siap diresmikan pada Januari 2022. Pembangunan tersebut berlangsung mulai Oktober 2020 dan berakhir tahun ini atau sekitar 13 hingga 14 bulan.
“Jadi kapasitas Pasar Legi bisa menampung 3.009 pedagang terdiri dari kuliner, sayur-sayuran, buah, daging, grosir-grosiran dan sebagainya. Pasar dibangun dengan empat blok yakni blok A, blok B , blok C, dan blok D,” papar Heru, Selasa (30/11/2021).
Heru menjelaskan, pedagang mulai menempati lapak akhir Desember mendatang. Namun jika belum bisa, ia menyebut pada Januari 2022 pedangang sudah masuk ke pasar induk terbesar se-Solo Raya itu.
Baca juga: Akan Diresmikan Gibran Januari 2022, Pasar Legi Punya Water Sprinkler untuk Atasi Kebakaran
“Kalau ternyata kendala terkait dengan administrasi, Januari harus masuk ke pasar baru, karena pas masuk kan tidak boleh bersamaan. Kita jadwalkan untuk menata barang dagangan juga menata etalasenya itu kan tidak boleh bareng-bareng,” jelas Heru.
Menurut Heru, pedagang yang sempat menempati pasar darurat selama proses pembangunan tidak ada pengurangan. Bahkan, Heru mengatakan akan ada penambahan meski dalam jumlah sedikit.
“Jadi konsep kami tidak ada penambahan, kalau toh ada sisa, cuma sebagian sisa kecil karena diselaraskan dengan luas tapak bangunan. Prinsip kita hanya mengakomodir sejumlah pedagang yang kemarin,” jelasnya.
Baca juga: Gandeng BNI, Pemkot Solo Wujudkan Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional
Lebih lanjut Heru mengatakan, Pasar Legi Solo merupakan pasar yang beraktivitas selama 24 jam. Pihaknya berharap pasar yang baru nanti akan tertata lebih rapi dan kesejahteraan pedagang akan lebih meningkat.
“Pasar legi nanti adalah pasar paling unik. Jadi 24 jam itu akan beraktivitas. Karena yang oprokan (pedagang pinggiran) di atas itu pagi sampai jam 3 itu ada, jam 3 sampai jam 10 ada, nanti nyambung sampai jam 6 ada,” tuntas Heru.
Editor: Ahmad Muhlisin

