31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaSEMARANGBuruh Jateng Tuntut...

Buruh Jateng Tuntut UMK Tahun 2022 Naik 16 Persen

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ribuan buruh dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJT) gerudug kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022, sebesar 16 persen.

Juru Bicara ABJT Karmanto mengatakan, buruh selalu menjadi pihak tertindas. Menurutnya, buruh selalu dituntut bekerja maksimal, tetapi diberi upah minimal.

“Kebijakan pemerintah bukannya menunjukkan keadilan dan kesejahteraan, malah justru memicu petaka bagi rakyat kecil,” jelasnya di lokasi, Rabu (17/11/2021).

Buruh di Jateng demo tuntut kenaikan UMK 2022 naik sebesar 16 persen. Foto: Dafi Yusuf.
- Ads Banner -

Baca juga : 24 Organisasi Serikat Buruh Tuntut Pemerintah Naikan UMK 2022 Sebesar 16 Persen

Dia beranggapan, para penentu kebijakan hanya berpikir investasi dengan cara menggilas keringat buruh. Salah satu bukti nyata kebijakan yang mencekik buruh, menurutnya adalah rencana Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota 2022.

“Dipastikan akan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan,” katanya.

Maka dari itu, ABJT menolak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan tersebut.

“Karena tidak relevan dengan kondisi atau kebutuhan buruh di lapangan,” paparnya.

Dia juga merinci kebutuhan selama pandemi Covid-19 yang realistis dibutuhkan buruh. Salah satu kebutuhannya adalah masker N 94 Rp 115.000, hand sanitizer Rp 90.000, sabun cair 150 ml Rp 29.600, vitamin Rp 75.000, pulsa/kuota, daring dan Indihome.

“Kita juga membutuhkan Rp 100.000, biaya kenaikan air bersih 50 persen, Rp 40.000. Total kebutuhan di masa pandemi Rp 449.600,” ujarnya.

Baca juga : Disnaker Kota Semarang Belum Putuskan Besaran UMK 2022

Dari kebutuhan selama pandemi itu, lanjutnnya, selama ini buruh hanya mendapatkan subsidi dari pemerintah Rp 1.200.000/tahun. Maka UMK 2022, menurtnya wajib naik 16 persen.

“Contoh penghitungan, Kota Semarang, yakni UMK 2021 Rp 2.810.000 + Rp 449.600. Maka UMK Kota Semarang pada 2022 yakni Rp 3.259.600 atau naik 16 persen,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler