BETANEWS.ID, SOLO – Setelah sekian lama melakukan pembelajaram secara daring, akhirnya putra sulung Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yakni Jan Ethes akan sekolah tatap muka. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ibunda Jan Ethes, Selvi Ananda, Kamis (14/10/2021). Selvi mengungkapkan bahwa putranya akan mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada akhir bulan ini.
Diketahui, Cucu Presiden Joko Widodo itu saat ini duduk di bangu TK Besar dan bersekolah di Focus Independent School (FIS).
“Sekarang belum, tapi rencana sekolah akhir bulan ini. Semoga bsa terlaksana PTM,” ujar Selvi.
Selvi bercerita bahwa Jan Ethes mengaku sangat senang dan sering bertanya kapan ia bisa masuk sekolah. Selvi berharap PTM tersebut bisa segera terlaksana.
Baca juga: Diviralkan Jokowi, Ini Cerita Suladi yang Kini Jadi Sopir Jan Ethes
“Kan sudah disounding dulu udah mau masuk sekolah nih udah nanya terus, tapi ya semoga nanti minggu depan jadi,” kata dia.
Selama mengikuti PJJ, Jan Ethes juga mengikuti les lantaran merasa bosan karena sudah lama tidak masuk sekolah. Selvi mengatakan, dari segi emosional, anak-anak ketika bertemu dengan tenaga pengajar sangat berbeda.
“Kesiapannya ya diingatkan itu untuk selalu pakai masker, karena sekarang lagi ada virus dan akan dilatih anaknya. Sekarang udah terbiasa yang sudah kalau keluar rumah memang harus pakai masker,” ucapnya.
Setelah Kota Solo turun ke Level 2 pada PPKM ini, diketahui PTM sudah boleh dilaksanakan bagi PAUD. Selvi mengatakan sudah cukup banyak PAUD yang sudah melakukan tatap muka. Ia mengungkapkan, ada delapan PAUD yang dijadikan uji coba tahap pertama dan saat ini sudah uji coba kelima.
Baca juga: Gibran Jadi yang Pertama Miliki Jaket Batik Kolaborasi Batik Danar Hadi dan Rown Division
“Saya lihat kemarin dari beberapa PAUD yang saya tinjau telah menerapkan yang namanya shipping atau pembagian rombongan belajar itu sudah cukup baik. Jadi sekelas itu biasanya dibagi maksimal 5. Kemudian nanti anak memakai masker dan face shield,” jelasnya.
Selain itu, orang tua juga dilarang untuk mengantar sampai ke dalam sekolah, yang kemudian anak-anak akan diterima oleh masing-masing pengajar sehingga tidak ada kerumunan. Adapun pembelajaran akan berlangsung selama satu sampai dua jam.
Selvi mengatakan, dari beberapa tinjauan yang telah ia lakukan, anak-anak sudah menyadari kalau mereka harus terus memakai masker. Ia juga mengingatkan agar pengawasan harus ekstra ketat lantaran siswa PAUD dan balita belum divaksin.
“Jadi pengawasan harus ekstra ketat karena yang mendapat vaksin baru tenaga pengajarnya dan orang-orang yang berada di sekitar lingkungan PAUD,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

