Puluhan Atlet Tenis Meja Pelajar di Kudus Ikuti Seleksi Popda Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 53 atlet tenis meja asal Kudus mengikuti seleksi untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, mereka terbagi dalam jenjang SD, SMP dan SMA.

Ketua Umum Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Kudus Heni Sandra Nurwati mengungkapkan, yang mewakili Kudus dalam Popda Jateng 2021 nantinya hanya dua orang, yakni 1 putra dan 1 putri.

Puluhan atlet tenis meja pelajar mengikuti seleksi untuk Popda Jateng. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Disdikpora Kudus Lakukan Seleksi Atlet untuk Popda Jateng

-Advertisement-

“Seleksi hari ini untuk menghasilkan atlet terbaik Kudus dalam Popda di Semarang nanti. Kita pilih 1 putra dan 1 putri, dari tingkat SD sampai SMA. Kita ambil yang hasilnya terbaik,” kata Heni, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, Heni menjelaskan terkait proses seleksinya. Setiap jenjang dikatakan Heni akan dipertandingkan terlebih dahulu. Hingga didapatkan 2 orang terbaik di masing-masing jenjang. Kemudian diseleksi lagi hingga mendapatkan dua orang terbaik putra dan putri.

Untuk Popda nanti, Heni menargetkan atlet putra tenis meja Kudus bisa meraih medali perak. Sedangkan untuk atlet putri, diharapkan bisa mendapatkan hasil terbaik.

Heni menyampaikan, lawan terberat yang dikatakan sebagai saingan terberat, yakni untuk putri dari Pati, Cilacap, Semarang, dan Pekalongan. Sedangkan putra, saingan terberat yakni Semarang, Solo, Cilacap.

“Kita berharap semua atlet bisa dapat meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Sementara, Ketua Panitia Seleksi Tenis Meja Edi Pramujia mengatakan, bahwa dalam kegiatan seleksi ini ada beberapa atlet yang gugur disebabkan tidak hadir. Meski demikian, antusiasme pelajar mengikuti seleksi masih cukup tinggi.

Untuk jenjang SD ada 18 orang, kemudian 20 orang untuk jenjang SMP dan 15 orang dari SMA. Meski begitu. diakuinya antusias ini lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Baca juga : Dua Atlet Tenis Meja Sukun Wakili Indonesia Ikuti Kejuaraan di Qatar

“Kegiatan Popda ini sempat vakum di tahun 2020 karena pandemi Covid-19. Ini baru ada lagi. Sebelumnya kita mengundang membuat pemberitahuan ke sekolah-sekolah, tapi ini yang mengikuti seleksi adalah mereka yang tahu dari pelatihnya,” ungkapnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, sambung Edi, kegiatan Popda tahun 2021 dilakukan secara terbatas. Masih dalam masa pandemi Covid-19, cabang olahraga pun dibatasi. Sektor tiap pertandingan juga dibatasi. Bila sebelumnya dibagi dalam tingkat antar-SD, antar-SMP dan antar-SMA dengan jumlah atlet berbeda, kini cabor tenis meja hanya boleh mengirimkan 1 atlet putra dan 1 atlet putri.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER