31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Museum Kretek Keliling Disebut Bisa Jadi Cakrawala Baru Bagi Pelajar

BETANEWS.ID, KUDUS – Program Museum Kretek Keliling yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus masih berlanjut ke sekolah-sekolah. Kali ini, SMA NU Al Ma’ruf menjadi sasaran untuk sosialisasi dan edukasi tentang museum bagi pelajar.

Kepala SMA NU Al-Ma’ruf Anas Ma’ruf menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada pihak Disbudpar dan MGMP Sejarah. Karena anak didik saya sudah dilibatkan dalam kegiatan yang sangat positif untuk mempelajari tentang Museum Kretek,” ucapnya, Senin (04/10/2021).

-Advertisement-
Kepala SMA NU Al-Ma’ruf Anas Ma’ruf. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Apresiasi Program Museum Kretek Keliling, Guru Sejarah : ‘Ini Kegiatan Unik, Harus Berkelanjutan’

Dengan merangkul anak didiknya, Anas mengatakan, hal ini bisa membuka cakrawala baru. Karena dengan begitu, anak bisa lebih tau sejarah secara umum. Karena khasanah di Kudus bisa terdongkrak dan terbaca oleh anak-anak dari masa ke masa.

“Tentunya ini bisa menjadi cakrawala baru untuk anak didik saya di masa pandemi seperti ini. Karena kegiatan ini, anak-anak bisa mengetahui secara konkrit, karena bisa melihat secara audio dan visual, jadi lebih riil, tidak verbal,” jelasnya.

Sementara itu, Kustiyani, Guru Sejarah SMA NU Hasyim Asy’ari sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut menjelasakan, materi yang disampaikan dalam kegiatan ini, terkait dengan nilai-nilai yang ada pada Nitisemito.

Menurutnya, hal itu bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik. Di antaranya adalah jiwa kewirausahaan Nitisemito, kreatif, mandiri, kritis, ulet dan tangguh.

Selain itu juga tentang etos kerja ala Nitisemito, yang menjadi cerminan pelajar Pancasila, yang saat ini lagi digalakkan pemerintah.

“Kegiatan tadi, saya memberikan edukasi tentang etos kerja Nitisemito. Kalau anak biasanya gagal sekali terus dia down, itu saya ingin sekali, dua kali jalan. Saya bilang tadi, Nitisemito itu tidak di sekolah formal, tapi dia mampu untuk menunjukkan dirinya menjadi wirausahawan yang andal di bidangnya. Sehingga dia menjadi orang nomor 1 di Indonesia dalam konteks ini. Bukan kekayaan yang ingin ditiru, tapi semangat itu,” jelasnya.

Baca juga : Museum Kretek Keliling Ingin Tularkan Etos Kerja Nitisemito Pada Generasi Muda

Kustiyani berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan dan ditingkatkan kualitasnya. Jika sekarang untuk SMA, ke depan bisa ke SMP dan SD, bahkan TK.

Kenapa anak TK perlu, lanjut Kustiyani, karena ketika melihat benda konkrit, dia akan merespon, otak kanan dan otak kiri, dengan datang ke museum lebih mudah mengajarkan anak.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER