BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan lalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengadakan kegiatan edukasi Museum Kretek Keliling. Setidaknya ada sembilan sekolah tingkat SMA di Kudus yang disambangi dalam kegiatan itu.
Kepala UPTD Musuem dan Taman Budaya Yusron mengatakan, ada dampak positif yang dirasakan dengan adanya kegiatan tersebut.

Baca juga : Museum Kretek Keliling ke Sekolah-sekolah di Kudus
Setidaknya, hal itu berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Museum Kretek. Jika biasanya saat akhir pekan pengunjung museum hanya mencapai 100 orang, pekan ini pengunjung museum naik hingga 3 kali lipat.
“Kalau hari biasa memang tidak terlalu ramai. Tetapi sebelum kegiatan Museum Kretek Keliling, saat akhir pekan hanya 100 pengunjung. Tapi mulai pekan ini, alhamdulillah ada 300 pengunjung,” ujarnya, Rabu (13/10/21).
Untuk pengunjung yang datang, Yusron menyebut, sebagian besar memang dari kalangan pelajar. Mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.
Ia pun menyebutkan, untuk harga tiket masuk Museum Kretek pun sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 2 ribu untuk hari biasa dan Rp 3 ribu untuk akhir pekan.
“Untuk jam bukanya Museum Kretek yaitu mulai 08.00 hingga 15.00 WIB,” ujarnya.
Ke depanya Yusron berharap, pengunjung bisa terus bertambah dengan adanya upaya yang sudah dilakukan pihak museum dalam mengenalkan ke masyarakat luas.
“Saya berharap, dengan menggelar kegiatan seperti Museum Kretek Keliling kemarin dan belajar tari di museum bisa menjadi ajang promosi untuk masyarakat. Sehingga, Museum Kretek bisa dikenal masyarakat Kudus ataupun luar Kudus,” jelasnya.
Baca juga : Pemilik Sanggar Antusias Adanya Program Latihan Menari Bareng di Museum Kretek
Agar museum bisa selalu dilirik masyarakat, Museum Kretek bisa memberikan fasilitas untuk kegiatan publik. Misalnya, kegiatan edukasi, kesenian dan kebudayaan.
“Mulai 11 hingga 19 Oktober, kita menggelar kegiatan belajar tari di museum. Nah, diharapkan untuk jangka panjangnya, Museum Kretek dapat memberikan fasilitas umum dan bisa menjadi tempat untuk kegiatan masyarakat,” jelas Yusron.
Editor : Kholistiono

