BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyebut, promosi tentang pentingnya vaksin Covid-19 di Kudus terbilang minim. Tidak ada baliho atau poster yang berjejer di sudut-sudut kota mempromosikan vaksinasi. Ditambah selisih capaian vaksinasi tahap pertama dan kedua cukup jauh. Sekitar 11,8 persen.
“Contoh kasus di vaksinasi lansia. Banyak yang tidak ikut vaksin dosis kedua. Mungkin karena mereka takut atau tidak mau. Padahal (vaksinasi) lansia sudah sejak dulu dan termasuk awal,” kata Kasi Surveilens dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad, Senin (13/9/2021).
Baca juga : Laporkan Realisasi Vaksinasi di Kudus, Hartopo Sebut Vaksin Sinovac Akan Segera Habis
Alasannya, lanjut Aniq, salah satunya sebab promosi yang minim. Agar tidak ada selisih vaksinasi yang cukup tinggi, pihaknya mengatakan, bahwa promosi seharusnya gencar dilakukan. Bisa melibatkan Diskominfo Kudus untuk memasang promosi lewat banner, poster, baliho, videotron, hingga media sebagai ajang promosi pentingnya vaksinasi.
“Ini agar meningkatkan cakupan vaksinasi untuk yang vaksinasinya belum lengkap,” sambungnya.
Menurutnya, bukan hanya mengandalkan DKK saja untuk jemput bola vaksinasi atau promosi. Sebab, bila semuanya ditangguhkan ke DKK, terkhusus bagian surveilans, akan kewalahan.
Aniq meminta, agar dari tingkat desa, seperti kader kesehatan desa hingga bidan desa bisa menyosialisasikan dan mengedukasi memberikan motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.
“Di desa kan ada kader (kesehatan) desa, bidan desa, yang tugasnya melakukan sosialisasi, edukasi, motivasi, kepada masyarakat mengenai vaksinasi,” terangnya.
Meski demikian, Aniq mengatakan, bahwa antusiasme masyarakat Kudus untuk divaksin terbilang cukup tinggi. Terbukti, dengan cakupan vaksinasi di Hari Sabtu (11/9/2021) ada 221.517 masyarakat Kudus yang sudah vaksin dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sudah ada 145.465 sasaran yang sudah divaksin. Dari total target vaksinasi ada 665.884 orang.
Rinciannya, tenaga kesehatan sudah ada 6.852 dosis pertama dan 6.819 dosis kedua. Lalu ada pelayan publik 34.728 dosis pertama dan 25.964 dosis kedua. Lansia 18.072 dosis pertama dan 10.583 dosis kedua. Masyarakat umum ada 149.007 dosis pertama dan 101.103 dosis kedua.
Baca juga : Realistis dengan Capaian Vaksinasi, Kudus Tak Wajibkan Masuk Mal Pakai Kartu Vaksin
Ada juga ibu hamil yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 937 dan dosis kedua baru 6 orang. Kemudian penyandang disabilitas ada 784 yang sudah divaksin dosis pertama dan 48 yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Sisanya untuk remaja, 11.137 orang sudah divaksin dosis pertama dan 942 yang sudah divaksin dosis kedua.
“Selisih persentasenya berbeda. Nakes 0,6 persen, pelayan publik 16,6 persen, lansia 10,5 persen, masyarakat umum 10,6 persen, ibu hamil 27,7 persen, disabilitas 92,1 persen dari total sasaran yang disabilitas 799 orang. Terakhir, ada remaja selisihnya 12,7 antara dosis pertama dan kedua. Ini karena banyak yang masih belum sampai waktunya untuk mendapatkan dosis kedua,” terangnya.
Editor : Kholistiono

