BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan koleksi yang dimiliki Museum Kretek Kudus sudah dipastikan keasliannya milik M Nitisemito. Hal itu setelah dilakukan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek yang bekerja sama dengan Museum Ranggawarsita, di Hotel @hom pada Senin (13/9/2021).
Barang-barang peninggalan M Nitisemito yang kini ada di Museum Kretek tersebut, di antaranya tempat rokok, kaver korek api kayu, pin berlambang bal tiga, gantungan kunci berlogo macan, logo bal tiga, pena, surat 3 Oktober 1934, agen produk bal tiga, surat 17 September 1947 untuk Bea Cukai Kudus, kartu pos, amplop dan foto.

Baca juga : Museum Kretek Gelar Seminar Hasil Kajian Barang Peninggalan M Nitisemito
Kurator Museum Ranggawarsita Laela Nurhayati Dewi mengatakan, beberapa barang peninggalan M Nitisemito yang dimiliki Museum Kretek tersebut, dikaji bersama arkeolog industri. Sebab, hal itu berhubungan dengan industri.
“Dari hasil kajian, kita kelompokkan tiga. Yang pertama, memotret atau memaknai dari simbol yang idenya Mbah Nitisemito, kenapa ia memilih lingkaran, kenapa memili warna-warna yang ada di logo. Ternyata itu semua, nilainya merupakan perasaan, eksistensi perusahaan beliau. Kestabilan maupun ketegasan,” ujarnya.
Ada juga katanya, yakni pin tiga lingkaran emas untuk dipakai M Nitisemito dan tamu kehormatan yang menunjukkan kemewahan dan kemakmuran. Simbol itu menunjukkan kemakmuran dan kemewahan.
Kemudian, ada juga foto-foto yang mencerminkan aktivitas M Nitisemito dan perusahaan yang sudah eksis. Baik itu di pasar malam, kegiatan olahraga maupun kesenian.
“Dulu foto itu kan langka. Tapi Mbah Nitisemito sudah punya itu. Kalau sekarang ya sebagai berita. Di manapun ada pasar malam, perusahaan beliau punya stand. Begitupun di kegiatan olahraga maupun kesenian. Ini melegitimasi perusahaan Mbah Nitisemito,” imbuhnya.
Meski begitu, dalam kajian yang dilakukan, pihaknya juga mengalami sedikit kendala, khususnya memastikan benar tidaknya tulisan surat dokumen M Nitisemito.
“Dalam mengkaji surat Mbah Nitisemito, kami juga mengecek di museum monumen pers, di pojok bawah itu ada majalah namanya. Kami juga meneliti kertasnya, dan memang kertas itu populer pada zaman Mbah Niti dan ejaan pada surat itu menggunakan belanda melayu yang digunakaan saat itu,” jelaasnya.
Baca juga : Nitisemito, Raja Kretek dari Kudus, Orang Terkaya di Zaman Belanda (1/5)
Sementara itu, Cucu Nitisemito, Yudhi Ernawan mengatakan, dirinya baru mengetahui mengenai pemaknaan lingkaran logo bola api perusahaan Bal Tiga milik Nitisemito. Dalam kajian pemaknaan ini, ia mengaku dilibatkan oleh tim Museum Kretek dan Museum Ronggowarsito.
“Dari tim juga menanyakan betul tidaknya barang koleksi yang dimaksud milik Nitisemito. Karena kebetulan saya hafal, saya mengiyakan. Tapi ada satu yang meragukan, yaitu jam saku. Dan ternyata dari tim Museum Kretek mengatakan, jika jam sakunya tidak orisinil,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

