BETANEWS.ID, SEMARANG – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) meluncurkan Pusat Studi Moderasi Beragama atau Centre for Religious Moderation Studies (CRMS).
Dekan FAI Unwahas Semarang, Iman Fadhilah mengatakan, pusat studi moderasi beragama ini merupakan pengejawantahan dari visi kampus Unwahas yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah yang salah satu cirinya adalah moderat.
“Banyak riset menyebutkan potensi radikalisme ditemui di kalangan muda dan mahasiswa. Karenanya penting untuk melakukan penguatan dan internalisasi nilai-nilai agama,” jelasnya, Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Temui Ketua KPAI, Ganjar Soroti Ancaman Paham Radikal pada Anak-Anak
Merebaknya sikap dan gerakan yang cenderung ekstrem, maka menampilkan wajah islam yang moderat menjadi sebuah keharusan.
“Dalam situasi seperti ini, maka penting untuk menampilkan wajah agama yang wasatiyah, moderat, indah dan damai,” katanya.
Sementara itu, Direktur CRMS Tedi Kholiludin berharap, lembaga ini ke depan akan banyak menghasilkan kajian terhadap moderasi.
“Telaah terhadap praktik atau pemikiran yang berkaitan dengan tema moderasi diharapkan menjadi sumbangsih pengetahuan bagi pengembangan khazanah keilmuan di Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: Ulama dan Cendekiawan Jateng Rumuskan Kurikulum Anti Radikalisme
Meski moderatisme merupakan arus utama beragama di Indonesia, tetapi, pada level praktis, tantangan selalu terbentang di hadapan.
“Pembentukan lembaga ini sekaligus sebagai manifestasi tanggungjawab sosial perguruan tinggi,” pungkas Tedi.
Editor: Ahmad Muhlisin

