BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga saat ini cakupan vaksinasinya masih rendah. Hal itu mendapatkan sorotan tersendiri dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Beberapa daerah tersebut, yaitu Cilacap, Brebes, Magelang, Banjarnegara, dan Purbalingga
Hal itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (21/9/2021). Ganjar menegaskan, agar setiap daerah yang menerima stok vaksin agar langsung dihabiskan dalam waktu sehari.
Baca juga : Vaksinasi di Jateng Capai 35 Persen, Sepekan Suntik 1,6 Juta Orang
“Brebes, Cilacap, Banjarnegara, Magelang, Purbalingga ini tolong vaksinnya supaya dipercepat. Pokoknya begitu dapat besoknya langsung habiskan,” tegas Ganjar dalam rapat.
Berdasarkan data yang diterimanya, cakupan vaksinasi di beberapa daerah masih kurang. Misalnya di Cilacap, untuk vaksinasi dosis pertama baru 20,19% dan dosis keduanya hanya 11,50%.
Kemudian Brebes yang vaksin dosis pertamanya mencakup 20,50%, namun vaksinasi dosis kedua baru mencakup 9,26% saja. Ganjar juga mengingatkan agar pemda disiplin menginput di aplikasi.
“Tugase panjenengan menghabiskan, biar kita yang meminta ke Kemenkes juga pede dan ternyata memang kita bisa habiskan itu” kata Ganjar.
Ditemui usai rapat, Ganjar mengatakan, jika percepatan vaksin terus dilakukan. Bahkan, kata Ganjar, di Jawa Tengah saat ini sudah bisa memvaksin sebanyak 1,6 juta setiap minggu.
Baca juga : Untuk Capai Target Percepatan Vaksinasi, Jateng Butuh 2,5 Juta Vaksi Per Pekan
“Meskipun target kita, kami masih terus memohon kepada pusat agar bisa 2,5 juta tiap Minggu dan ternyata kawan-kawan relatif semuanya siap,” kata Ganjar.
Sebagai informasi, cakupan vaksinasi di Jawa Tengah saat ini mencapai 34,92% atau sekitar 10 juta orang untuk dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua, cakupan vaksin mencapai 18,07% atau sekitar 5,1 juta orang. Sedangkan dosis ketiga untuk nakes mencapai 70,82% atau sekitar 116ribu nakes.
Editor : Kholistiono

