BETANEWS.ID, KUDUS – Di salah satu rumah sederhana di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat beberapa orang sedang mengantre di luar. Sedangkan di dalam, tampak seorang pria bernama Arif, sedang melakukan pengobatan bekam. Uniknya, terapi bekam tersebut menggunakan tanduk kerbau.
Arif, pemilik Gubuk Sholawat sekaligus terapis bekam tersebut mengatakan, jika dirinya sudah membuka pengobatan bekam sejak 2,5 tahun lalu.
“Sebenarnya sudah lama, tetapi pernah berhenti selama 10 tahun. Kemudian saya lanjutkan lagi 2,5 tahun terakhir ini,” jelasnya.
Baca juga : Arif Buka Pengobatan Bekam Gratis Setiap Minggu
Dalam pengobatannya ini, Arif memanfaatkan tanduk kerbau sebagai alatnya. Teknik pengobatan ini, menurutnya bisa menyembuhkan penyakit dan pasien tidak merasa kesakitan.
“Untuk ilmunya, saya mendapat warisan dari ayah saya. Kemudian saya tekuni dan saya kembangkan sendiri,” ujarnya, Jumat (06/8/2021).
Masih kata Arif, alasan pemilihan tanduk kerbau dibanding tanduk hewan lainnya, sebab tanduk kerbau dinilai lebih halus permukaannya.
Arif juga mengatakan, pengobatan tradisional ini banyak sekali manfaatnya. Mulai dari penyakit ringan seperti pusing, pegal-pegal, tangan sering kesemutan, batuk yang terus-menerus, hingga penyakit berat seperti stroke ringan.
Berbeda dengan yang menggunakan gelas khusus bekam, penggunaan tanduk kerbau dirasa memberikan efek hangat pada titik tubuh yang dibekam. Hal ini karena saat pembekaman, Arif menggunakan api untuk menempelkannya.
“Jadi untuk proses bekamnya, pertama kita oleskan minyak khusus di area kulit untuk melumaskan kulit. Sehingga, ketika dibekam, kulit tidak merasa sakit,” ujarnya.
Selanjutnya, bekam tanduk kerbau yang sudah menempel di kulit akan didiamkan selama 10 menit.
“Kalau untuk menghilangkan keluhan ringan saja, maka hanya membutuhkan waktu 10 menit tanpa diberi tusukan jarum,” jelasnya.
Lalu, jika ingin menelusuri penyakit, Arif menjelaskan, membutuhkan waktu pembekaman selama 15 menit. Yakni, setelah 5 menit dilakukan bekam, tanduk kerbau dibuka kembali. Kemudian, Arif menusukkan jarum ke semua titik bekam dengan menggunakan pena jarum. Selesai penusukan jarum, titik tubuh akan dibekam kembali selama 10 menit.
“Untuk mengetahui hasilnya, nanti setelah bekam dibuka, beberapa titik akan mengeluarkan gumpalan darah, seperti hati ayam,” paparnya.
Baca juga : Mengenal Teh Bunga Telang yang Punya Segudang Manfaat untuk Tubuh
Jika pasien yang mempunyai keluhan kolestrol, maka saaat pembukaan bekam, akan keluar nanah yang isinya berupa cairan air. “Dan sebelum melakukan proses bekam, pasien saya tensi dulu,” tandasnya.
Untuk praktik pengobatan bekam, Arif tidak mematok harga, melainkan menerima seikhlasnya. Kemudian untuk jam praktiknya, ia membuka setiap hari, dengan waktu yang fleksibel.
“Untuk waktunya fleksibel sih, selama saya ada di rumah, bisa kapan saja,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

