BETANEWS.ID, SEMARANG – Ibarat sebuah peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, barangkali itulah yang bisa menggambarkan nasib Restoran Pringsewu yang berada di Kota Lama Semarang. Di saat pembeli sepi karena PPKM, restoran tersebut malah kena orderan fiktif sebanyak Rp 4 juta.
Pimpinan Cabang Restoran Pringsewu Semarang, Dani Ramadan menjelaskan, orderan fiktif tersebut bermotif pesan melalui online. Pelaku dengan sengaja mentransfer uang lebih agar dari pihak restoran dapat mengembalikan uang tersebut dengan cara mentransfer ke no rekening yang tertera di bukti transfer itu.
“Padahal bukti transfer yang dikirim itu tak asli, dia tak benar-benar mentransfer,” jelasnya saat ditemui, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Kota Lama Semarang Bak Kota Mati, Omzet Resto dan Kafe Terjun Hingga 80 Persen
Tak Cuma sekali, sebelum adanya PPKM pihaknya jug apernah menjadi korban orderan fiktif dengan cara yang sama. Jika dia hitung, sebelum PPKM saja sudah empat kali ditipu dengan bukti transfer fiktif. Pada kasus pertama, restonya rugi Rp 700 ribu.
“Sudah empat kali, namun yang kita kebobolan cuma yang kasus pertama,” imbuhnya.
Menurutnya, setiap kali pesan, foto profil dan nomor telpon yang digunakan pelaku untuk pesan makanan di restonya selalu berbeda. Terkadang dengan gambar profil laki-laki dan kadang perempuan.
“Setiap kali pemesanan profil dan nomor telponnya selalu berbeda,” ujarnya.
Pelaku mulai pesan pada tanggal 16 Febuari 2021 yang lalu. Pelaku sengaja mentransfer uang senilai Rp 850 ribu. Padahal, makanan yang dipesan harganya hanya Rp 150 ribu.
“Saat itu dia pesan nasi boks enam porsi, total harganya Rp 150 ribu. Namun dia transfer Rp 850 ribu, akhirnya kita mentransfer uang Rp700 ribu ke rekening yang dikirimkan pelaku,” imbuhnya.
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Perjalanan Wisata di Pati Kibarkan Bendera Putih
Untuk kejadian pertama, pelaku memesan nasi boks ketika malam hari menjelang warung tutup, tepatnya pukul 20.00 WIB. Saat itu, sudah banyak karyawan yang sudah pulang yang membuat restonya kebobolan.
“Kebetulan resto kita satu kejadian pertama mau tutup, jadi sudah banyak karyawan yang pulang. Akhirnya kita kebobolan,” katanya.
Setelah berhasil menipu pada orderan yang pertama, pelaku mencoba untuk mengulangi pesanannya ke Resto Pringsewu. Jika Dani ingat, pelaku pesan pada tanggal 17 dan 19 Febuari 2021.
“Namun untuk pesanan yang kedua dan ketiga tidak kita layani,” ujarnya.
Berdasarkan info yang dia terima, ternyata resto yang menerima orderan fiktif tak hanya di Resto Pringsewu. Melainkan terdapat beberapa resto di Semarang yang mengaku juga tertipu orderan fiktif.
“Ini kan ada group resto di Kota Semarang, pada ramai ini, ternyata yang tertipu tak hanya resto kita. Ada juga resto Omah Laut dan beberapa resto yang lain,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

