31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaSEMARANGSempat Viral, Pengunjung...

Sempat Viral, Pengunjung Masjid Kapal di Semarang Makin Sepi Karena Pandemi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Keberadaan Masjid Kapal Safinatun Najah yang terletak di Jalan Kyai Padak, Podorejo, Kota Semarang ini membawa dampak meningkatnya ekonomi warga sekitar. Namun, karena pandemi Covid-19, masjid yang sempat viral tersebut tutup.

Salah satu penjaga Masjid Kapal, Rokhim (35) mengatakan, adanya pandemi Covid-19, membuat Masjid Kapal sempat tutup untuk kunjungan wisatawan. Tentunya kondisi tersebut berdampak pula pada warga sekitar.

“Masjid ini baru dibuka kembali beberapa minggu lalu setelah mendapat izin dari pihak kelurahan setempat. Tentu Protokol Kesehatan jadi perhatian kami,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Rabu (11/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Kota Lama Semarang Bak Kota Mati, Omzet Resto dan Kafe Terjun Hingga 80 Persen

Menurutnya, sejak adanya pandemi membuat wisatawan yang datang ke Masjid Kapal tak stabil. Sepinya wisatawan juga berdampak kepada pemasukan pedagang yang ada di sekitar masjid.

“Kalau pengunjung tak stabil otomatis, pemasukan juga tak stabil,” ujarnya.

Untuk saat ini, jam oprasional kunjungan di Masjid Kapal tetap sama mulai buka pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Dia menceritakan, Masjid Kapal juga sempat tutup satu bulan karena Covid-19 di Semarang angkanya cukup tinggi.

“Kemarin di sini sempat tutup satu bulan. Sekarang masih ada yang datang namun tak sebanyak yang kemarin,” ucapnya.

Baca juga: Kios Bensin Kejujuran di Ngaliyan, Tak Takut Rugi Meski Banyak yang Tak Bayar

Jika dia bandingkan dengan pandemi tahun lalu, pengunjung yang datang ke Masjid Kapal tahun ini lebih sepi. Hal itu disebabkan kebijakan PPPKM Darurat yang terlalu ketat membuat pengunjung Masjid Kapal sempat takut datang.

“Biasanya yang ramai itu hari Sabtu dan Minggu atau pas hari merah,” katanya.

Salah satu penjual, Baimah (63) menambahkan, penghasilannya semakin menurun sejak adanya pandemi Covid-19. Biasanya dia menjual palawija namun karena wisatawan sepi akhirnya tak ada yang membeli.”Paling yang terjual ya es itu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler