31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaEkonomiPerekonomian PKL GOR...

Perekonomian PKL GOR Kudus Kembali Menggeliat Setelah Ada Pelonggaran PPKM

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Gelanggang Olah Raga (GOR) Kudus tepatnya di depan Taman Krida, banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan aneka dagangan. Mereka mulai berjualan lagi setelah adanya pelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) periode 18-23 Agustus.

Penjual Bakso Malang, Mogan Saputra (21) mengaku mulai berjualan lagi di tempat tersebut sejak dua pekan lalu. Dia mengaku bersyukur diperbolehkan jualan lagi.

Beberapa PKL tampak mulai berjualan lagi di kawasan GOR Kudus. Foto: Rabu Sipan.

“Bersyukur dan senang diperbolehkan jualan lagi di sekitaran GOR Kudus. Sebab selama PPKM level 4, jualan saya tidak tentu dan kelilingan,” ujar pria yang akrab disapa Mogan kepada Betanews, Jumat (20/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Pekan Depan, Rencananya Kudus Sudah Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Pria yang sudah jualan bakso Malang selama tiga tahun itu menambahkan, setelah berdagang lagi di sekitaran GOR Kudus, jualannya memang belum selaris dulu. Jika dulu mampu menjual 70 porsi sehari, kini ia baru bisa jual 50 porsi sehari. Namun, setidaknya dengan diperbolehkan jualan lagi di sekitaran GOR Kudus, ia tidak perlu capek-capek keliling.

“Kalau jualan ngetem di sekitaran GOR Kudus itu ayem. Tidak perlu capek cari pelanggan,” ungkap Mogan yang menjual bakso malangnya dengan harga Rp 10 ribu seporsi.

Hal senada diungkapkan Rohadi (42). Dia baru berjualan tiga hari lalu. Dalam kurun waktu tersebut, setiap harinya ia mampu menjual 600 sempolan.

“Penjualan itu memang masih jauh bila dibanding sebelum PPKM. Sebab dulu itu saya bisa jual sekitar 1.200 sempolan sehari,” ujar warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut.

Meski penjualan belum seramai dulu, ia mengaku bersyukur sudah bisa berjualan lagi. Sehingga ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebab jualan sempolan di sekitaran GOR Kudus merupakan sumber utama penghasilan keluarganya.

Baca juga: Kudus Kini Zona Kuning, Tak Ada Lagi Pasien Covid yang Dirawat di Rumah Sakit

“Ya, bersyukur bisa jualan lagi. Kalau tidak diperbolehkan jualan kan tidak ada pemasukan. Sedangkan tanggungan banyak. Ada cicilan motor dan hutang bank,” ungkapnya.

Dia pun berharap perekonomian Kudus segera pulih, sehingga jualan bisa lancar dan laris seperti dulu lagi. Para PKL tetap diperbolehkan jualan dan tak ada larang-larangan lagi.

“Semoga perekonomian masyarakat Kudus segera bangkit. Banyak orang yang jajan, dan jualan pun laris,” harap Rohadi.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler