BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang menata GRC (Glass Reinforced Concrete), sebagai bahan dasar kubah masjid. Seorang lagi, terlihat sedang mengarahkan, agar susunan GRC tersebut sesuai dengan desain atau cetakan kubah. Pria tersebut adalah Zaekan (40), pemilik CV Kazira Visual Art, yang memproduksi kubah dari bahan GRC.
Warga Desa Undaan Lor, Gang 4, RT 4 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus itu mengatakan, jika usahanya tersebut dirintis sejak 2018. Kini, pelanggannya sudah dari berbagai daerah di penjuru Nusantara.

Baca juga : Wah Keren, Kaligrafi 3D dari Bambu Karya Assiry Nan Artistik dan Unik
“Kualitas tentu kami utamakan. Kalau pelanggan di seluruh Indonesia. Jadi sistemnya, ada beberapa panitia pembangunan masjid yang sudah bekerja sama. Biasanya mereka merekomendasikan produksi kami ke beberapa temannya yang menjadi panitia pembangunan di masjid-masjid lain,” bebernya kepada betanews.id, Sabtu (31/7/2021).
Ia menyebutkan, meski usahanya tersebut lebih fokus untuk pengerjaan pembuatan GRC kubah maupun menara, namun ia juga menerima pembuatan kerawanan dan pembangunan rumah hunian maupun gudang.
Menurutnya, untuk produksi kubah GRC tersebut, membutuhkan satu sampai dua bulan pengerjaan. Dari awal pembuatan cetakan sampai finishing.
“Kemudian untuk harga, karena di sini fokus produksi GRC kubah dan menara, jadi untuk harga produksi kubah Rp 750 ribu per meternya. Kemudian untuk harga produksi menara GRC Rp 1,2 juta per meter persegi,” rincinya di ruang produksinya.
Pemasaran yang ia lakukan, lanjutnya, dari kenalan teman kontraktornya, kemudian dari mulut ke mulut. Ia juga memasarkan melalui media sosial Facebook Om Jack, Instagram @omzaek. Atau jika ada yang berminat bisa juga menghubungi WhatsApp 0813-9143-7474.
Baca juga : Ornamen GRC Produksi Warga Undaan Ini Tembus Pasar Luar Negeri
Lanjutnya, untuk desain yang ia tawarkan, sudah ada katalognya. Katanya, selain yang sudah ada di katalog, ia juga mempersilakan konsumen untuk request desain.
Ia menambahkan, saat ini bahan baku produksi pembuatan GRC kubah maupun menara harganya melonjak tajam. Hal ini juga menjadi salah satu kendala yang ia alami. Kemudian serat yang menjadi bahan utama dalam produksinya itu susah dicari, lantaran barang tersebut impor dari Tiongkok.
Editor : Kholistiono

