BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang mengukir berbagai motif di Bengkel Seni Ukir 666, Desa Undaan Tengah RT 2 RW 2, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Tampak juga seorang pria sedang memotong busa eva yang nantinya dijadikan cetakan GRC. Pria tersebut adalah Rudy Ahmad (42), owner Bengkel Seni Ukir 666.
Seusai melakukan pekerjaannya, pria yang akrab disapa Rudy itu bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintis sejak Agustus 2019 lalu. Dia mengatakan, produksi di bengkel seni ukirnya itu bisa menembus pasar luar negeri yakni Selandia Baru.

“Alhamdulillah untuk pemasaran hampir seluruh Indonesia. Bahkan, kemarin waktu sebelum puasa pernah kirim krawangan kurang lebih 50 item ke New Zealand. Karena pandemi ini, jadi kerja sama dari New Zealand ini di tunda dulu sampai keadaan membaik,” paparnya, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: Cocok Untuk Memperindah Hunian, Batu Paras Motif Kudusan Banyak Diminati Warga
Ia menjelaskan, di bengkel seni ukirnya itu ia memproduksi seni ukir kayu, pembuatan model GRC ornamen atau krawangan, dan juga pembuatan seni ukir batu paras. Menurutnya, paling banyak yang dipesan di bengkel seni tersebut ialah GRC ornamen.
“Untuk harga kami menyesuaikan pesanan dan ukuran dari pelanggan. Untuk ornamen GRC mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu, tergantung ketebalan dan kerumitan desain. Ukiran batu paras mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per meter. Sedangkan untuk ukiran kayu mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta,” rincinya.
Di usaha yang berjalan hampir 2 tahun itu, ia memasarkan melalui media online, di Facebook Rudy Ahmad, dan bisa ditemui di OLX dan juga Shopee. Kemudian juga bisa dihubungi melalui WhatsApp di nomor 0821 2572 0735. Menurutnya, dalam sebulan ia bisa menerima pemesanan 3 hingga 5 pesanan.
Ia menjelaskan, dalam produksi GRC ornamen, di bengkelnya itu membutuhkan waktu selama 3 sampai 1 pekan, tergantung ketebalan dan kerumitan barang. Kemudian untuk produksi seni ukir batu paras membutuhkan waktu selama 1 bulan hingga 3 bulan, tergantung ukuran dan juga kerumitan desain. Sedangkan untuk pekerjaannya itu, saat ini ia memiliki 5 pekerja dan sebelumnya pernah memiliki 30 pekerja.
Baca juga: Rumah Makin Cantik dengan Loster Ornamen Cahaya Mandiri, Pelanggan dari Berbagai Daerah
“Untuk pekerja, saya menyesuaikan dari pemesanan, jika pemesanan ramai ya pekerja banyak. Jadi sistem saya ini, ada yang bekerja di bagian produksi dan juga pemasangan dari GRC ornamen maupun batu paras,” papar bapak dua anak tersebut.
Dia berharap, agar pandemi ini cepet selesai, sehingga para pengusaha juga bisa memproduksi dengan aman dan para pekerja juga bisa bekerja demi memenuhi kebutuhan mereka.
Editor: Ahmad Muhlisin

