BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan batu paras berbentuk persegi panjang tampak tertumpuk di sebuah halaman rumah di Desa Undaan Lor gang 5, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di teras rumah tersebut juga terlihat tiga orang sedang mengukir batu paras dengan motif lengkung dedaunan dan ada nanasnya. Motif ukir batu paras tersebut yakni motif khas Kudusan yang lagi banyak diminati.
Pengukir batu paras, Selamet Sukamto mengatakan, motif khas Kudusan tidak hanya populer atau diminati banyak orang pada obyek kayu saja, lantaran berlaku juga di batu paras. Bahkan, pesanan ukir batu paras di tempatnya didominasi motif itu.

“Ukiran motif khas Kudusan itu klasik, serta tidak mboseni,” ujar pria yang akrab disapa Sutup kepada Betanews.id, Kamis (27/5/2021).
Baca juga: Berbakat Lukis Sejak Belia, Sutup Sukses Usaha Batu Paras Ukir
Sutup menuturkan, ukir motif Kudusan itu ibaratnya realif dibikin dekoratif. Ukiran yang ada pangkal serta ujungnya. Misal di ukiran khas Kudusan tersebut terdapat akar, daun, bunga dan juga ada buah. Serta semua mengandung filosofi dan pengharapan baik bagi pemiliknya.
“Serta ukir batu paras motif khas Kudusan itu lebih luwes dan cocok ditempel di manapun bagian rumah. Bisa untuk hiasan dinding, pagar, taman, pilar, dan lainnya,” bebernya.
Menekuni usaha ukir batu paras sejak enam tahun yang lalu, Sutup mengakui pesanan ukir batu paras trendnya positif. Setiap tahun ada peningkatan pesanan. Hal tersebut karena banyak orang yang suka ukir batu paras karena terlihat alami, serta harganya lebih murah dari seni ukir pada kayu jati.
“Ukir batu paras ini bisa jadi alternatif bagi mereka yang suka seni ukir, tapi ingin harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Dia mengatakan, selain ukir motif Kudusan ia juga menerima pesanan ukir batu paras motif lainnya. Di antaranya, motif Bali, Eropanan, dan motif lainnya. Pokoknya sesuai keinginan pelanggan ia layani. Ukir batu paras dua dimensi maupun tiga dimensi pun ia bisa. Untuk harga kata dia sangat terjangkau.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
“Untuk ukir batu paras dari saya ini harganya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per meter persegi. Harga tergantung kerumitan dan dimensi ukiran. Harga tersebut juga sudah berikut pemasangan,” bebernya.
Dia menuturkan, selama ini peminat ukir batu paras lumayan banyak. Selain orang Kudus pesanan juga datang dari Pati, Demak, Semarang, Purwodadi, dan daerah lainnya. Dalam satu bulan setidaknya ia bisa menerima pesanan batu ukir paras sekitar 10 meter persegi.
Ia pun berharap, ukir batu paras makin diminati banyak orang untuk memperindah hunian mereka. Khusus untuk ukir batu paras motif Kudusan ia berharap jangan sampai hilang, sebab akhir-akhir ini masyarakat terkadang lebih suka motif Maroko terutama untuk yang di masjid.
“Harusnya untuk memperindah masjid juga pakai motif Kudusan. Karena motif Kudusan itu peninggalan Sunan Kudus yang penuh sejarah,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

