31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaEkonomiCuma Rp 200...

Cuma Rp 200 Ribu Sudah Dapat TV Baru, Tak Perlu Lagi Kredit

BETANEWS.ID, SEMARANG – Eksistensi televisi tabung di Kota Semarang mulai menurun sejak adanya televisi Light Emitting Diode (LED). Hal itu, berimbas dengan turunnya harga televisi tabung. Bahkan, dengan merogoh kocek Rp 200 ribu saja, sudah bisa mendapatkan TV Tabung ukuran 14 inch.

Penjual TV tabung asal Semarang, Riyadi mengatakan, jumlah penjualan TV tabung di toko miliknya menurun secara drastis. Jika dia bandingkan dengan dua tahun sebelumnya, penurunan penjualan TV tabung bisa turun hingga 60 persen.

Baca juga : Televisi LED Paling Diburu Pembeli di Toko Barang Bekas Putra Kudus

- Ads Banner -

“Ini karena dampak dari digitalisasi, TV LED itu,” jelasnya saat ditemui di tokonya Blok 1 Pasar Krokosono, Kota Semarang, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi penjualan TV tabung merosot adalah digitalisasi. Untuk itu, dia menjual TV tabung miliknya itu dengan harga yang cukup murah.

“Untuk yang paling murah itu Rp 200 ribu hingga Rp 260 ribu untuk ukuran 14 inch,” ujarnya.

Meski menjual TV tabung dengan ukuran yang lain, menurutnya TV dengan ukuran 14 inch adalah jenis yang paling laris. Kebanyakan yang membeli TV ukuran tersebut adalah anak kos atau orang merantau yang ngontrak rumah.

“Orang kos memang cari TV yang murah-murah, karena hemat ruangan,” katanya.

Hal lain yang menyebabkan TV tabung berangsur-angsuur ditinggalkan, karena kebijakan pemerintah yang akan mengupgrade TV ke digital. Meski demikian, dia tetap bertahan menjual TV tabung dengan beberapa alasan.

Baca juga : Toko Eldorado Elektronik, Tak Hanya Termurah di Kudus Tapi Juga Terlengkap

“Saya tetap bertahan karena terbentur modal,” keluhnya.

Meski sudah mulai redup, TV tabung yang dia jual itu masih banyak yang memborong. Penjual dari beberapa daerah, seperti Purwodadi dan Jepara juga masih banyak yang membeli TV tabung di tempatnya.

“Biasanya mereka memborong bisa sampai 3 sampai 5 TV,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler