31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Capaian Vaksinasi Baru 14 Persen, Bupati Banyumas: ‘Vaksinnya Langka, Semoga Ditambah’

BETANEWS.ID, BANYUMAS – Capaian vaksinasi di Kabupaten Banyumas baru mencapai 14 persen. Menurut Bupati Banyumas, Achmad Husein, rendahnya capaian ini karena stok vaksin di daerah tersebut terbatas.

Padahal, lanjut dia, masyarakat Banyumas sangat antusias untuk divaksin. Makanya, jika ada kiriman vaksin, pihak sesegera mungkin menggenjot vaksinasi.

“Tapi karena vaksinnya langka, jadi belum semua dapat disuntik. Sampai saat ini capaian vaksinasi kami baru 14 persen. Kami berharap ada tambahan stok vaksin untuk Kabupaten Banyumas,” ungkapnya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mengunjungi Banyumas, Jumat (6/8/2021).

-Advertisement-

Terkait penanganan pandemi, pihaknya sudah berupaya meningkatkan tempat tidur di rumah sakit. Selain itu, tempat isolasi terpusat juga dibuat termasuk mengoptimalkan hotel sebagai tempat isolasi terpusat bagi masyarakat.

Baca juga: Tak Mau Kecewakan Warga, Ganjar Pastikan Tiap Pekan Stok Vaksin di Jateng Ditambah

Dalam kunjungannya itu, Ganjar mampir ke beberapa tampat, seperti vaksinasi di GOR Satria Purwokerto, Jogo Tonggo Desa Karangnangka, tempat isolasi terpusat di Hotel Tiara, dan RSUD Banyumas.

Di tempat-tempat itu, Ganjar tak lelah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan. Menurutnya, untuk vaksinasi sudah berjalan baik di Banyumas. Ganjar melihat sendiri, antusiasme masyarakat menunggu divaksin.

“Tadi Pak Bupati bilang, pokoknya dikirim vaksin berapapun pasti habis. Kemarin dapat Astrazeneca yang sebelumnya pro kontra, juga tetap habis. Antusiasme masyarakat tinggi sekali dan inilah yang harus kita jaga terus menerus,” katanya.

Meski saat ini kasus di Jawa Tengah terus menurun dan kondisinya mulai membaik, Ganjar menegaskan Jawa Tengah belum baik.

“Banyumas trennya sama, sudah mulai menurun. Hanya saya minta tetap semua terus siaga. Tidak boleh lengah dan menganggap ini sudah baik,” katanya.

Baca juga: Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Jateng Sudah Dimulai

Apalagi Banyumas, daerah penyangga bagi daerah sekitarnya. Daerah itu kerap jadi tempat rujukan di wilayah Jateng sisi Selatan-Barat.

“Eks karesidenan Banyumas kalau berobat pasti ke sini. Maka angkanya terakumulasi di sini. Tapi pak Bupati dan Forkompimda sudah bekerja maksimal, rumah sakit juga sudah merespon dengan baik,” terangnya.

Penambahan tempat tidur di Banyumas lanjut Ganjar memang cukup tinggi. Hal itu yang membuat Bed Occupancy Rate (BOR) di daerah itu sudah menurun.

“BORnya sudah turun, dulu awal-awal sampai hampir 100 persen. 98 persen gitulah, ngeri. Sekarang sudah turun dan di angka 76 persen. Artinya ini mulai tertangani,” jelasnya.

Selain itu, persoalan oksigen yang sebelumnya dikeluhkan juga sudah mulai terkendali di Banyumas. Dirut RSUD Banyumas, Dani Esti Novia mengatakan bahwa stok oksigen masih aman.

Baca juga: Presiden Beri Jatah Vaksin untuk 69.840 Penyandang Disabilitas di Jateng

Ganjar pun mendapat kabar bahwa RSUD Margono juga telah memasang instalasi oksigen generator. Dengan cara itu, maka persoalan oksigen di Banyumas sudah terkendali.

“Sekarang yang kita kebut vaksinasinya. Termasuk edukasi pada masyarakat juga tidak boleh kendor. Tadi saya ke Desa Karangnangka bagus itu, semua elemen masyarakat bergerak dalam penanganan pandemi. Edukasi berjalan dan semua antri divaksin,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER