31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKUDUSBupati Kudus Izinkan...

Bupati Kudus Izinkan Pekerja Seni Manggung Lagi

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo memberikan izin kepada pekerja untuk kembali manggung atau mengisi hiburan di acara hajatan. Namun, Hartopo memberikan syarat, yakni penerapan protokol kesehatan harus ketat dan tamu yang hadir maksimal 20 orang.

Kebijakan tersebut, diberikan Hartopo usai melakukan audiensi dengan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus, pada Senin (9/8/2021).

“Dalam level 3 ini, saya kira pekerja seni boleh untuk manggung, silakan. Biasanya untuk organ tunggal 2 sampai 3 orang. Yang penting protokol kesehatan ketat. Yang tidak menyanyi pakai masker, penyanyinya silakan pakai face shield. Dalam kondisi seperti ini harus saling menjaga, saling bersinergi bersama,” kata Hartopo, Senin (9/8/2021).

HM Hartopo, Bupati Kudus. Foto: Nila Rustiyani.
- Ads Banner -

Baca juga : Pemkab Diminta Adil ke Pekerja Seni, Irma : ‘Kami Sempat Ngamen, Tapi Dibubarkan’

Lebih lanjut, Hartopo tidak mengharuskan pekerja seni manggung di pagi hari. Jika memang diharuskan malam hari, diperbolehkan. Dengan ketentuan mematuhi jam malam yang diberlakukan selama PPKM.

“Dalam PPKM level 3 tidak ada (kebijakan) malam atau siang. Tapi kalau bisa mengikuti jam tutup, sampai pukul 9 malam. Kalau bisa ya jangan dilaksanakan malam hari,” sambungnya.

Terkait dengan kebijakan tersebut, Ketua DPC PAMMI Kudus Soni Sumarsono menyambut gembira atas diperbolehkannya pekerja seni untuk kembali tampil dalam hajatan. Meski dengan berbagai peraturan yang disesuaikan dengan Inmendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang PPKM.

“Mengacu pada Inmendagri, bahwa tamu harus bisa diatur. Namun dari Bapak Bupati tadi harus mengindahkan prokesnya. Pekerja seni harus pakai masker, untuk penyanyi harus pakai face shield. Untuk durasi waktu, kita harus menyesuaikan, jadi jangan terlalu lama. Kita diperbolehkan itu untuk acara indoor,” terang Soni.

Katanya, bupati juga meminta untuk bisa saling berkoordinasi dan komunikasi dengan TNI-POLRI, kecamatan, dan kepala desa. Seandainya ada pekerja seni yang tidak mau mengindahkan peraturan, akan langsung ditindak tegas.

“Seandainya tidak mengenakan masker, akan ditindak tegas, seperti diberhentikan oleh petugas. Dan jangan sampai teman-teman yang lain itu terkena imbas karena salah satu pekerja seni,” pintanya.

Sementara, Eva Uzima, seorang penyanyi Melayu Kudus, merasa senang akhirnya bisa kembali manggung. Ia tidak merasa terbebani meskipun harus menaati peraturan saat PPKM.

“Dari saya tidak apa-apa. Kita terima saja. Karena di pandemi ini masih di level 3. Kita tetap membantu pemerintah, biar level ini cepat turun,” kata Eva.

Baca juga : Vaksinasi Tahap Kedua di Kudus Akan Sasar Pekerja Publik, Ini Daftarnya

Ia menceritakan, sejak pandemi Covid-19, sudah sekitar dua tahun lamanya ia tidak manggung. Selama menganggur itu pula, ia mencoba berjualan lewat media sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya dagang online. Kalau teman-teman ada yang kerja sampingan juga. Kebanyakan memang dagang online untuk menyambung hidup,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler