31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaJATENGBeroperasi Oktober 2021,...

Beroperasi Oktober 2021, Trans Jateng Rute Semarang-Grobogan Siapkan 63 Halte

BETANEWS.ID, SEMARANG – Armada Trans Jateng rute Semarang-Grobogan (Terminal Penggaron-Terminal Gubug), segera mengaspal pada Oktober 2021. Saat ini, berbagai persiapan masih dikebut, mulai dari pembangunan halte, pembuatan bus, rekrutmen pegawai, hingga penyiapan terminal.

Kepala Balai Trans Jateng Joko Setiawan melalui Kasi Operasional Trans Jateng Lambang Kurniawan mengatakan, rute tersebut akan dilayani 14 armada bus. Oleh karena itu, penyiapan terus dilakukan, baik dengan pemenang tender maupun kerja sama dengan Dishub Grobogan.

Proses pembuatan bus yang dipersiapkan untuk rute Semarang-Grobogan, yang dikerjakan di Karoseri New Armada Magelang. Foto: Ist.

“Saat ini pembuatan bus tengah dikerjakan oleh pemenang tender. Perekrutan pegawai juga sedang berlangsung secara daring, karena pandemi Covid-19. Selain itu, penyiapan 63 titik naik turun penumpang secara keseluruhan dalam rute tersebut juga dikerjakan,” ujar Lambang, melalui sambungan telepon, Kamis (26/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Akui Stok Vaksin Terbatas, Ganjar: ‘Secara Bertahap Ditambah, Puncaknya Oktober-November’

Terkait penyiapan Terminal Gubug, hal menjadi tanggung jawab dari Dinas Perhubungan Grobogan. Adapun, rute Trans Jateng Semarang-Gubug akan melalui terminal Penggaron (Kota Semarang) ke Gubug lalu ke Godong.

Lambang menyebut, untuk fungsionalisasi fasilitas dasar, ditarget  akhir September 2021. Sementara, launching rute Semarang-Gubug direncanakan pada Oktober 2021.

Terkait potensi penumpang, ia menyebut rute Semarang-Gubug terdapat sejumlah pabrik, tempat wisata, sekolah, perkantoran, dan pasar. Selain itu, dengan adanya Trans Jateng, diharap memudahkan mereka yang akan pergi ke Juwangi atau ke Demak, karena ada titik integrasi dengan angkutan umum lainnya di terminal godong.

“Potensi penumpang terdiri dari pekerja pabrik (buruh), pelajar, pedagang pasar dan lainnya. Harapan kami bisa menggaet masyarakat yang awalnya menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan layanan Trans Jateng. Apalagi tarifnya bersaing cukup Rp 2000 untuk buruh, pelajar dan veteran. Sementara masyarakat umum Rp 4000,” sebutnya.

Dengan tarif yang murah, diharapkan masyarakat dapat menghemat biaya transportasi. Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Ganjar Kucurkan Bantuan Senilai Rp 200 Ribu untuk 169.450 Keluarga

Perlu diketahui, layanan Trans Jateng diluncurkan pertama kali oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 2017. Kini, ada lima rute yang telah melayani warga.

Adapun, kelima rute yang telah melayani itu adalah, Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Purwokerto-Purbalingga, Kutoarjo-Borobudur, Surakarta-Sangiran-Sumberlawang.

Penambahan rute Semarang-Grobogan (terminal Penggaron-terminal Gubug) akan menjadi rute ke enam.  Ke depan, akan terus dikembangkan layanan Trans Jateng yang aman, nyaman, teratur, tepat waktu dan tarif serta murah  berdasarkan skema wilayah aglomerasi.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler