31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Bantu PMI Solo Cukupi Plasma Konvalesen, PDP 21 Skrining Pendonor di Hari Kemerdekaan

BETANEWS.ID, SOLO – Bantu ketersediaan plasma konvalesen di Solo, Pemburu Donor Plasma (PDP) 21 mengadakan acara donor plasma di Atrium Solo Paragon Mall, Selasa (17/8/2021). Acara yang bekerja sama dengan PMI Solo itu diikuti puluhan penyintas Covid-19.

Koordinator PDP 21, Lina Indarno mengatakan, PDP 21 lahir dari rasa keprihatinan dan kepedulian pada mereka yang sangat membutuhkan donor plasma.

“Awalnya dari dokter keluarga saya yang terlambat mendapatkan terapi plasma. Pengalaman ini yang membawa kami menggalang para penyintas untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan donor plasma. Kita ingin Solo punya bank plasma konvalesen,” ujarnya.

-Advertisement-

Lina mengatakan, PDP 21 ini baru pertama kali mengadakan donor plasma. Dirinya menyebut target pada skrining pertama kali ini kurang lebih 60 penyintas.

Baca juga: Amankan Stok Plasma Konvalesen, PMI Jaring Pendonor di Solo Paragon Mall

“Kita adakan tepat pada Hari Kemerdekaan. Ini bukan wabah di Solo saja tapi di Indonesia. Negara dalam keadaan darurat, dengan jiwa Indonesia saatnya kita berbakti pada negara, kita sumbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk negara kita ini,” terangnya.

Di sisi lain, CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan, kondisi pandemi ini adalah saat di mana masyarakat bisa berkontribusi secara nyata sekecil apapun untuk Indonesia.

“Hari ini adalah salah satu bukti nyata di mana teman-teman pendonor yang luar biasa, juga tim Pemburu Donor Plasma, mereka adalah pejuang kemanusiaan donor plasma,” tutur Sumartono.

Sumartono mengatakan, Indonesia telah melewati dua periode kemerdekaan dalam keadaan pandemi. Bahkan, Indonesia juga telah melalui puncak gelombang paparan Covid-19.

“Kami betul-betul prihatin karena awal Juli yang merupakan puncak gelombang kedua ada 300an pasien yang antre plasma konvalesen. Saat ini kami sangat kesulitan karena minimnya pendonor plasma. Dan kami banyak dibantu oleh PDP 21 yang saling bahu membahu mencarikan penyintas untuk donor plasma,” kata dia.

Saat ini, lanjut Sumartono, permintaan stok plasma kovalesen sudah mulai tercukupi untuk golongan darah A, B, dan O. Namun, untuk golongan darah AB, pihaknya masih kesulitan untuk mencari pendonornya.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen di Solo Meningkat, Didominasi Pendonor Keluarga

“Kita pilih tanggal 17 Agustus ini adalah momen yang berguna untuk bangsa. Meskipun situasi pandemi tetap memotivasi kita menjadi pejuang kemanusiaan sebagai pendonor plasma konvalesen,” ungkap Sumartono.

Sementara itu, salah seorang penyintas Tri Budianto (41) mengaku sangat semangat untuk mendonorkan plasmanya. Dirinya harus menunggu 14 hari usai dinyatakan negatif dari Covid-19 agar bisa mendonorkan plasmanya.

“Saya kena Covidi-19 awal Juli lalu setelah ikut swab massal. Saya OTG dan langsung melakukan karantina mandiri. Kalau skrining donor plasma di sini saya tahu dari sosial media dan penyintas donor plasma,” tutup pria dengan golongan darah B+ itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER