BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima bantuan oksigen sebanyak 14.175 kilogram atau 200 tabung. Oksigen tersebut disumbangkan oleh Shopee Singapura yang mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Sabtu (17/7/2021). Oksigen tersebut, kemudian didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Solo.
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, bahwa oksigen tersebut diterima oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Kemudian oksigen tersebut ditampung di rumah sakit daerah, yaitu, di RS Ngipang sebanyak 40 dan di RS Bung Karno juga 40 tabung.

Baca juga : Stok Oksigen Disebut Menipis, Gibran : ‘Sudah Aman, Nanti Kita Antisipasi Bikin Depo Oksigen di STP’
“Rumah sakit daerah yang lumayan banyak, di RS dr Moewardi sebanyak 20 tabung. Selebihnya didistribusikan ke 13 rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya yang ada di Solo,” paparnya, Senin ( 19/7/2021).
Menurutnya, masing-masing rumah sakit di Solo sangat kompak dalam menangani kekurangan oksigen untuk pasien Covid-19. Bagi rumah sakit yang kosong, diisi oleh rumah sakit lain yang memiliki stok oksigen saat itu. Sehingga pembagian oksigen kali ini tidak perlu dipermasalahkan besaran jatah dari masing-masing rumah sakit.
“Ada yang 5, 10, ada yang lainnya itu nanti di dalam praktiknya tiap hari. Sudah berjalan dua minggu ini, masing-masing direktur rumah sakit kalau tengah malam jam berapapun butuh, yang ada langsung memberi. Jadi masalah pembagian ini tidak perlu dipermasalahkan,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan, jika oksigen yang telah didapat tersebut dapat digunakan terlebih dahulu, mengingat kondisi yang sangat mendesak. Kemudian pada bagian administrasi, dapat menyusul.
“Pembagiannya kami proporsional, pasti di rumah sakit daerah lebih banyak. Itu juga kalau kami longgar. Nanti kalau ada rumah sakit yang membutuhkan kosong saling bantu, kita kontak semua, jadi siapa punya saat itu butuh saling mengisi, yang penting pelayanan kepada masyarakat harus terlaksanakan,” ujarnya.
Siti mengatakan, kebutuhan oksigen di Solo saat ini masih sangat tinggi. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan jumlah tempat tidur di rumah sakit yang hingga saat ini sudah lebih dari 1.200 tempat tidur.
Baca juga : CEO PMI Solo : ‘Saya Dihubungi Dokter dari Beberapa Rumah Sakit, Stok Oksigen Mengkhawatirkan’
“Namanya rujukan kan perlu penanganan yang lebih, lha ini kemungkinan kebutuhan oksigennya sangat besar. Ini kan seimbang ya, sejalan dengan jumlah tempat tidur, sejalan dengan jumlah ICU,” terangnya.
Menurut Siti, kebutuhan oksigen di Kota Solo saat ini antara 59 sampai 70 ton dalam sehari. Banyaknya kebutuhan tersebut dihitung dari jumlah tempat tidur pasien Covid-19. Menurutnya, saat ini kebutuhan oksigen paling banyak di Kota Solo berada di RS Dr Moewardi.
Editor : Kholistiono

