31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Pembangunan Pasar Desa Jepang Kudus Telan Biaya Rp 3,2 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan Pasar Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, ditaksir mengahabiskan dana sebanyak Rp 3,2 miliar. Dengan menggunakan Dana Desa (DD), pembangunan pasar tersebut dilakukan dengan sistem swakelola secara sukarela oleh Tim Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD).

Kepala Desa Jepang Indarto mengatakan, dengan menggunakan sistem swakelola, dirasa lebih menghemat biaya dari usulan pihak konsultan. Sebab anggaran yang disampaikan konsultan perencana, mencapai Rp 6 miliar, atau dua kali lipat dari rancangan sebelumnya.

Baca juga : Penerima BLT DD di Desa Jepang Diwajibkan Ikuti Vaksinasi untuk Syarat Pencairan

-Advertisement-

“Iya kita pakai anggaran desa, totalnya sebesar Rp 3,2 miliar. Kita lakukan pembangunan dengan sistem swakelo sukarela. Kalau hitungan konsultan malah dua kalinya, “ kata Indarto usia melakukan pengecekan vaksinasi di Balai Desa Jepang beberapa waktu lalu.

Perkembangan pembangunan pasar, lanjut Indarto sudah berjalan sekitar 30 persen. Pasar yang mulai dibangun sejak awal Juni 2021 lalu itu, diharapkan dalam waktu empat bulan ke depan bisa selesai. Agar semua pedagang bisa lebih nyaman saat berjualan dan lebih tertata rapi.

Selama proses pembangunan, para pedagang dengan sukarela direlokasi ke tempat jualan sementara yang telah disiapkan pemdes setempat. Tidak ada yang menolak, sebab semuanya telah dimusyawarahkan terlebih dahulu antara pemdes dengan para pedagang.

“Kita sudah mulai sosialisasi dari tahun 2020 lalu. Jadi tahun 2021 ini tinggal melaksanakan hasil musyawarah tersebut. Baik persiapan maupun kegiatan pembangunan lainnya,” ungkapnya.

Indarto menjelaskan, bahwa dalam pembangunan pasar tersebut, pemdes hanya menyediakan tempat. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya ditanggung oleh para pedagang. Untuk tempat yang nanti disediakan, menurutnya ada 31 kios, 115 los dan 150 tempat lesehan, bagi para pedagang yang tidak memiliki tempat berjualan di dalam pasar.

“Jadi, kalau kita hitung ada 296 pedagang, baik yang menempati kios, los, maupun yang lesehan. Insya Allah dari tempat yang ada, nanti akan kita lakukan penataan. Semoga cukup untuk menampung semua pedagang,” jelasnya.

Bagi para pedagang yang akan menempati bangunan pasar yang baru nanti akan dikenakan sistem sewa atau kontrak. Baik bagi kios, los, retribusi, parkir, maupun pemanfaatan fasilitas lainnya akan dikontrakkan. Di mana biaya sewanya sesuai dengan peraturan desa.

Baca juga : Bupati Kudus Minta Setiap Desa Siapkan Tempat Isolasi Terpusat

Indarto berharap, dengan adanya pasar ini, bisa mendongkrak pendapatan desa senilai Rp 700 hingga Rp 800 Juta setiap tahunnya.

“Semuanya sudah kita lalui dengan musyawarah bersama. Harga sewa per petak sudah kita lewati semua. Jadi nanti kalau sudah selesai (pembangunan pasar), langsung bergeser ke tempat yang lama,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER