31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaBisnisDi Tangan Wulan,...

Di Tangan Wulan, Karung Goni Disulap Jadi Produk-Produk Cantik Bernilai Jual Tinggi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang memotong karung goni berbentuk kotak. Setelah itu, ia pun menjahit karung goni tersebut dengan kain berwarna coklat tua. Siang itu, ia sedang menyelesaikan pembuatan pernak-pernik yang akan ditambahkan pada bantal. Ia adalah Wulandari (38) pemilik Sahsi Craft.

Ditemui di kediamannya yang berada di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Wulan sapaan akrabnya mengatakan, dirinya baru saja membuat kerajinan tangan terbaru yang berbahan dasar karung goni.

Wulan sedang membuat bros karung goni. Foto: Kartika Wulandari.

Dalam mengkreasikan karung goni, Wulan mengaku tidak mudah. Karena karung goni merupakan limbah, sehingga sebelum diproses harus dibersihkan terlebih dahulu.

- Ads Banner -

Baca juga: Kualitas Tak Diragukan, Peci Karung Goni Buatan Nunung Ini Tembus Pasar Mancanegara

“Selain bahannya yang penuh debu, dalam proses menjahit juga sedikit susah karena karung goni mempunyai bahan yang tebal,” ucapnya, Kamis (22/7/2021).

Meski dari limbah, dan harus ekstra untuk memanfaatkannya, tetapi sudah banyak kerajinan karung goni yang Wulan ciptakan. Diantaranya bantal sofa karung goni, topi, tas, pajangan dinding, tempat tisu, dan bros.

“Dari semua yang saya buat, bantal sofa dan bros yang sangat sering dipesan,” beber Wulan.

Kemudian untuk harganya, Wulan membanderol mulai Rp 5 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Seperti bantal sofa berkisar Rp 75 ribu itu sudah termasuk bantalnya. Kalau sarung bantalnya saja Rp 45 ribu.

“Untuk harganya sesuai dengan tingkat kesulitannya juga,” kata ibu anak satu tersebut.

Baca juga: Unik nan Menarik, Masker Karung Goni Buatan Nana Collection Ini Makin Diminati

Kemudian untuk memamerkan kerajinannya. Wulan membagikannya ke media sosial Instagram sashicraft_kudus dan WhatsApp 0856 4010 5451.

Lalu saat ditanya mengenai omzet dari usaha kerajinannya, Wulan bisa meraup pendapatan kotor Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

“Kalau pembeliannya, saya sudah pernah mengirim ke berbagai daerah, mulai dari Purwodadi, Tangerang, dan Kudus,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler