BETANEWS.ID, KUDUS – Cucun Sulistyo masuk bursa calon pelatih Persiku, setelah ia mendaftarkan diri sebagai pelatih tim berjuluk Macan Muria secara daring, Rabu (21/7/2021) pukul 05.00 WIB.
Pria yang akrab disapa Cucun itu dulunya merupakan pemain Persiku. Dia juga berkecimpung menjadi pelatih bagi pemain muda di Kudus. Beberapa torehan gelar diraihnya saat mengantarkan pesepakbola usia muda di Kota Kretek. Di antaranya mengantarkan SMPN 3 Kudus meraih juara satu di Gala Siswa Nasional 2019, membawa SMA NU Al Ma’ruf juara tiga Liga Santri Nasional 2019, dan membawa SMPN 3 Kudus juara tiga Popda Jawa Tengah 2019.
“Sebagai warga Kudus, saya punya kewajiban untuk ikut mendaftar. Karena sejak dulu sedikit banyak kan saya juga ikut dibesarkan oleh Persiku,” kata Cucun.
Cucun juga mengaku tertarik dengan pengurus manajemen baru Persiku yang diasuh oleh Ferdaus Ardyansyah. Menurutnya, hal itu jadi satu pertimbangannya untuk ikut mengembangkan Persiku, sebagai pelatih.
Baca juga: Persiku Rekrutmen Pemain Secara Online Hingga 28 Juli 2021
“Ini bentuk support saya. Karena ketika ada yang peduli terhadap Persiku dan ingin mengubah Persiku menjadi lebih baik, kenapa tidak,” ujar Cucun.
Cucun pun berkeinginan agar Persiku yang dinahkodainya bisa berprestasi dan menjadi kebanggaan masyarakat Kudus. Ia pun berharap kepengurusan yang baru dapat membawa Persiku yang lebih baik lagi.
Sementara itu, Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga (PPOR) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Widhoro Heriyanto menjelaskan keinginannya untuk istirahat dari Persiku. Menurutnya saat ini masih banyak pelatih lokal asal Kudus yang bagus.
“Untuk sementara tidak daftar dulu. Masih banyak teman-teman pelatih lokal yang punya kemampuan di atas saya. Baik secara kemampuan maupun secara lisensi,” kata pria yang biasa disapa Widhoro, Selasa (20/7/2021).
Widhoro melanjutkan, harus ada kaderisasi dengan memberi kesempatan pelatih lokal Kudus lainnya. Sebab masih banyak pelatih lokal Kudus yang punya potensi. Serta ia pun mengingatkan publik agar jangan menuntut terlalu tinggi.
“Jangan langsung menuntut terlalu tinggi. Biarkan pelatih maupun pemain lokal itu berproses dan berilah kesempatan. Karena kalau tidak diberi kesempatan nanti mereka justru tenggelam atau bahkan cari kesempatan ke luar Kudus,” jelasnya.
Widhoro menambahkan, kendati nantinya tidak lagi berada di ofisial Persiku, dia menyampaikan akan terus mendukung Persiku. Dia juga menegaskan bukan menolak, melainkan ingin memberi kesempatan agar ada kaderisasi.
Baca juga: Diundur Atau Tidak, Manajer Persiku Akan Gas Pol Sambut Liga 3 Jateng
“Bukan menolak ya. Tapi harus ada kaderisasi. Saya juga akan terus mendukung Persiku. Saya bisa jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) seperti sekarang itu juga dari Persiku,” imbuhnya.
Diketahui, Widhoro sudah bersama Persiku sejak 2008 hingga 2020 lalu. Bersama Persiku, dia menjadi asisten pelatih selama kurun waktu 12 tahun.
Terpisah, Manajer Persiku Ferdaus Ardyansyah sudah memberitahu semua pihak bahwa sudah ada pendaftaran Persiku. Baik untuk posisi pelatih hingga kitman.
“Saya sudah menghubungi teman-teman. Ini dalam artian memberitahu kalau sudah ada pendaftaran untuk Persiku. Bukan berarti ada maksud lain-lain tidak. Karena nanti semuanya saya ingin ada transparansi,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

